Beranda Politik DPRD Gresik Desak Dinkes Naikkan Gaji Para Honda

DPRD Gresik Desak Dinkes Naikkan Gaji Para Honda

6
SIAGAINDONESIA.COM Sorotan tajam, terkait kinerja buruk instansi dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jawa Timur. Terus dilakukan DPRD Gresik, sebab dilapangan banyak ditemukan berbagai persoalan ketidak profesionalnya perangkat pemerintah dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya.
Salah satunya tentang kinerja pegawai di Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu (Pustu), yang ada disejumlah wilayah di Kabupaten Gresik. Komisi IV DPRD Gresik, kerap menerima aduan atau keluhan dari masyarakat atas pelayanan yang diberikan oleh petugas yang berstatus tenaga honorer daerah (Honda).
Bahkan, pihak Komisi IV DPRD Gresik telah melakukan kroscek langsung kelapangan. Dengan mendatangi Puskesmas dan Pustu, untuk memastikan laporan masyarakat itu
“Beberapa hari kemarin, kami telah menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan menanyai langsung kepada para Honda yang berada di sejumlah Puskesmas maupun Pustu. Lantas apa jawaban mereka?, Mereka (tenaga honorer daerah, red) itu mengaku tidak bisa maksimal bekerja. Karena, honor yang mereka terima belum memenuhi standar,” ujarnya Ketua Komisi I DPRD Gresik Khoirul Huda, Kamis (16/5/2018).
“Berdasarkan temuan kami, para Honda menerima honor berkisar antara Rp 250.000-300.000 per bulannya. Tentunya, honor ini sangat kecil dan jauh dari layak,” ucapnya politisi PPP ini kepada Siagaindonesia.com
Di tambahkan Huda, terhadap persoalan itu pihak mendesak kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Untuk mencarikan terobosan, agar honor para Honda bisa dinaikan. “Berdasar data yang kami miliki, jumlah Honda di Kabupaten Gresik ada 800 orang. Mereka ditugaskan, untuk membantu tugas-tugas dokter maupun keperluan medis di Puskesmas maupun Pustu,” tukasnya.
“Sebenarnya untuk meningkatkan honor itu, bisa diambilkan dari jasa pelayanan (Jaspel). Jika merujuk pada ketentuannya, dana Jaspel itu bisa diberikan kepada Honda,” tandasnya. Zer