Tersangka Lagi Kasus Puskopkar Jatim, Henry Gunawan Mangkir dari Bareskrim

Kasus Penyerobotan dan Pemalsuan Akta Tanah Seluas 23 Hektar Milik Puskopkar Jatim

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Sudah tiga tahun lebih kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan akta notaris pelimpahan hak atas tanah jaminan kredit Bank BTN senilai Rp 24 miliar, mangkrak. Tanah seluas 23 hektar milik Puskopkar Jatim itu kini ditangani penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Usai penggerebekan dan menangkap Reny Susetyowardhani di rumahnya, Jl Kanginan 12-14 Surabaya, April 2018 lalu, penyidik juga memanggil pihak Henry Jocosity Gunawan alias Cen Liang pada 24 Mei 2018.

Sayangnya, pada saat pemanggilan, Henry Gunawan mangkir. Hal itu terlihat dari surat permohonan tim kuasa hukum Henry Gunawan Liliek Djaliyah MA S, S.H, M.H pada 25 Mei 2018.

“Pemeriksaan klien kami (Henry Gunawan) di Bareskrim pada tanggal 24 Mei 2018 dihentikan sementara, karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Untuk itu pemeriksaan selanjutnya kami mengajukan permohonan agar dilaksanakan pada Senin 4 Juni 2018,” kata Liliek dalam keterangan tertulisnya.

Liliek menerangkan bahwa kondisi kesehatan Henry Gunawan akhir-akhir ini menurun. Di samping itu kliennya juga sedang menjalani pemeriksaan sidang pidana pada kasus yang lain setiap Rabu di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Pihaknya berharap agar pemeriksaan terhadap Henry Gunawan bersama saksi lain Yuli Ekawati dan Raja Sirait dapat dilakukan di Surabaya.

Namun demikian dari pantauan di lapangan, hingga hari H atau tepatnya Senin (4/6/2018), pihak Henry Gunawan tetap saja mangkir dari pemeriksaan.

Sejauh ini pihak Bareskrim Mabes Polri sudah memanggil Taufik, pejabat dari Badan Pertanahan Negara (BPN) Kantor Pertanahan Surabaya 1 pada Jumat (18/5/2018) dan Sabtu (19/5/2018).

Taufik diperiksa selama 12 jam selama dua hari itu. Tujuannya untuk mengungkap permainan Cen Liang, yang menyulap tanah Puskopkar menjadi bangunan gudang yang hingga Mei 2018. Kini bangunannya mangkrak.

Dari hasil pemeriksaan di penyidik Bareskrim Mabes Polri, tanah seluas 23 Hektar milik Puskopkar Jatim, dibeli Henry Gunawan dengan uang muka sekitar Rp 3,5 Miliar.

Dengan uang muka itu, Henry Gunawan nekat membangun gudang dan diperjualbelikan ke umum. Bahkan setelah pergudangan jadi, pihaknya juga memasang iklan di media cetak.

Kenekatan Henry Gunawan ini, oleh Bareskrim Mabes Polri dianggap telah merugikan Puskopkar. Sumber di Bareskrim menyebutkan, kini status Henry Gunawan dan Reny sudah tersangka.

Dengan ditetapkan tersangka oleh Mabes Polri dalam kasus Puskopkar Jatim, dalam satu tahun terakhir, Henry Gunawan sudah 4 kali menjadi tersangka dengan berbeda kasus pidana, yakni laporan Notaris Caroline C Kalampung, pedagang Pasar Turi, Teguh Kinarto – Asoei alias Aswi. Kini terkait penipuan dan penggelapan tanah milik Puskopkar Jatim.

Up Next

Related Posts

Discussion about this post