Beranda Bisnis Kincir Angin Pembangkit Listrik Sidrap, Gebrakan Energi Baru Indonesia

Kincir Angin Pembangkit Listrik Sidrap, Gebrakan Energi Baru Indonesia

84
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), di wilayah pegunungan Pabbaressang Desa Mattirotasi Tasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulsel.

SIAGAINDONESIA.COM Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap di perbukitan Pabbaresseng, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. PLTB inilah yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Senin (2/7/2018).

Tidak hanya PLTB Sidrap, Sulsel juga mempunyai  PLTB Tolo Jeneponto yang segera rampung. Ini semakin menunjukkan keseriusan provinsi itu dalam mengembangkan EBT menggunakan tenaga angin.

Apa keunggulan energi terbarukan dari angin ini? PLTB Sidrap dibangun di atas lahan sekitar 100 hektare tersebut telah melewati observasi sejak 2012 silam, dengan jumlah turbin angin (wind turbin generator atau kincir angin raksasa) 30 unit.

PLTB Sidrap bisa menghasilkan listrik 75 megawatt (MW) mengaliri listrik ke sekitar 80 ribu rumah tangga pelanggan 900 va di Sulsel.

Adanya turbin-turbin itu menjadikan PLTB tersebut sebagai salah satu lokasi wisata masyarakat lokal karena menampilkan hamparan kincir angin seperti di Eropa. PLTB tersebut berjarak sekira 150 km dari kota Makasar.

Tidak hanya PLTB Sidrap, PLTB Tolo Jeneponto yang dimiliki Independent Power Producer (IPP) Vena Energy rencananya akan memiliki 20 turbin yang masing-masing memiliki kapasitas sebesar 3,6 MW.

PLTB Sidrap menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekira 40 persen serta menyerap sekitar 1150 tenaga kerja.

Diungkapkan Press Officer PT UPC Sidrap Bayu Energi, Yermia Riezky, hasil observasi sebelum PLTB Sidrap mulai dibangun, kecepatan angin di perbukitan Pabbaresseng rata-rata 7 meter per detik (m/s). Itu artinya, kecepatan angin di bukit tersebut sangat bagus untuk produksi listrik tenaga bayu.

Sementara itu, Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi, Syamsul Huda saat meninjau PLTB Sidrap beberapa waktu lalu, juga memuji kecepatan angin di lokasi mega proyek dengan nilai investasi 150 juta dolar AS tersebut. Bahkan kata Syamsul Huda, PLTB Sidrap merupakan salah satu kebun angin terbaik yang ada di donesia.

“Kita semua tentu berharap keberadaan PLTB Sidrap kelak dapat menjadi sumber energi listrik terbaru, utamanya di wilayah selatan Sulawesi,” ujarnya.

PLTB Sidrap bisa menghasilkan listrik 75 megawatt (MW) mengaliri listrik ke sekitar 80 ribu rumah tangga pelanggan 900 va di Sulsel.
PLTB Sidrap bisa menghasilkan listrik 75 megawatt (MW) mengaliri listrik ke sekitar 80 ribu rumah tangga pelanggan 900 va di Sulsel.

Pembangunan pembangkit tersebut merupakan perwujudan semangat pemerintah dalam meningkatkan EBT yang mencapai 23 persen dari total bauran energi nasional pada 2025 mendatang.

Sekedar diketahui, proyek Infrastruktur Ketenagalistrikan yang diresmikan dan groundbreaking ini total kapasitasnya adalah sebesar 757 megawatt (mw) dengan nilai investasi lebih dari USD1,168 miliar. Proyek infrastruktur ini juga menyerap tenaga kerja hingga 4.480 orang sejak tahap konstruksi hingga operasional. Pembangkit listrik tersebut merupakan bagian dari program ketenagalistrikan 35.000 mw.

Berikut ini fakta-fakta PLTB Sidrap, seperti dirangkum dari data Kementerian ESDM.

  1. Ketersediaan listrik yang memadai akan menggerakkan roda pembangunan dan investasi yang selama ini terpusat di bagian barat Indonesia bergeser ke arah timur.
  2. PLTB Sidrap I merupakan pembangkit bertenaga angin skala komersial pertama di Indonesia dan menjadi pioner.
  3. Dengan kapasitas 75 megawatt (mw), PLTB Sidrap juga menjadi pembangkit listrik tenaga angin terbesar di Asia Tenggara.
  4. Penyelesaian pembangunan proyek ini dilakukan dalam waktu 2,5 tahun (Agustus 2015 s.d. Maret 2018).
  5. Sebanyak 30 kincir angin dengan tinggi tower 80 meter dan panjang baling-baling 57 meter, masing-masing menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 mw.
  6. PLTB Sidrap I telah beroperasi akhir Maret 2018 lalu dan dapat mengaliri lebih dari 70.000 pelanggan listrik dengan daya 900 VA.
  7. Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) PLTB Sidrap I ini mencapai 40%.
  8. Peresmian PLTB Sidrap I merupakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan bauran energi primer Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025. Di samping itu peresmian proyek-proyek infrastruktur ketenagalistrikan juga menunjukkan kinerja Pemerintah untuk terus bekerja guna memenuhi rasio elektrifikasi di Indonesia.
  9. Rasio elektrifikasi nasional saat ini sekitar 96,6%, sementara rasio elektrifikasi di Provinsi Sulawesi Selatan telah mencapai lebih dari 99%.
  10. Sebagaimana diketahui, target rasio elektrifikasi Nasional hingga 2019 lebih dari 99%. Di samping itu, Pemerintah juga menjamin tidak ada kenaikan tarif tenaga listrik hingga tahun 2019 mendatang.