Beranda Headline Diduga Rekayasa Sakit, Kejaksaan Tolak Pelimpahan Henry J Gunawan

Diduga Rekayasa Sakit, Kejaksaan Tolak Pelimpahan Henry J Gunawan

19

SIAGAINDONESIA.COM Pelimpahan tahap II Henry Jacosity Gunawan, tersangka kasus penipuan dan penggelapan dana pembangunan Pasar Turi dari penyidik Bareskrim Mabes Polri ditolak Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Dijelaskan Didik Adyotomo,SH,MH, Kasi Pidum Kejari Surabaya, saat jumpa pers Senin (9/7), jika pihaknya belum bisa meminta keterangan tersangka Bos PT Gala Bumi Perkasi ini lantaran sakit jantung.

Ditangguhkannya proses pelimpahan tahap II itu setelah pihaknya mendengar keterangan dan melakukan second opinion atas putusan dokter National Hospital yang menyatakan Bos PT GBP ini perlu dilakukan tindakan medis dalam bentuk pemasangan cateter pada jantungnya.

“Sehingga pelimpahan tahap II ini kami tunda sampai tersangka HJG sehat dan secara otomatis, kasus ini masih menjadi tanggung jawab Penyidik Bareskrim Polri bukan Kejaksaan, karena kami belum menerimanya,” terang Didik Adyotomo dalam jumpa persnya, Senin (9/7).

Dari pantuan dilokasi, Saat proses tahap II kasus ini ke Kejari Surabaya, Tersangka Henry J Gunawan sedang terbaring dibrankar ambulance milik National Hospital No Pol L 1271 GN dengan kondisi tangannya dipasang infus.

Untuk memastikan tidak adanya rekayasa pada sakit jantung yang diklaim Henry, Pihak Kejaksaan pun melakukan second opinion, dengan menghadirkan dokter dari Kejati Jatim, Dokter dari Polda Jatim.

Seperti diketahui, kasus tipu gelap yang menjerat Henry Jacosity Gunawan sebagai tersangka ini dilaporkan oleh dua kongsinya di Pembangunan Pasar Turi. Kedua kongsi itu adalah Teguh Kinarto, Bos PT Joyo Mashyur dan Heng Hok Soei alias Asoei yang merupakan owner PT Siantar Top.

Henry dilaporkan atas gagalnya pembangunan Pasar Turi pasca kebakaran. Kedua investor yang juga sebagai pelapor kasus ini telah menginvestasikan dananya sebesar 240 miliar rupiah untuk pembangunan Pasar Turi.

Namun, ditengah perjalanan atas pencairan dana itu, tersangka Henry tak pernah melaporkan ke Investor. Henry justru meninggalkan kedua investor itu tanpa ada itikad baik untuk mengembalikan modal yang telah disetorkan para investor, baik secara tunai maupun melalui cek.

Pada kasus ini, Henry dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 tentang penggelapan.

Dari catatan yang ada, kasus ini bukanlah kasus pidana Henry Jacosity Gunawan yang pertama. Sebelumnya dia telah divonis bersalah oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas penipuan dan penggelapan jual beli tanah terhadap Hermanto, klien dari Notaris Caroline C Kalempung.

Selain itu, Henry juga sedang menjalani proses persidangan kasus penipuan dan penggelapan di PN Surabaya yang dilaporkan oleh pedagang Pasar Turi. (Ad/Nv)