Beranda aneka Belajar Dari Semi Final ‘Menang Kalah’ Sama

Belajar Dari Semi Final ‘Menang Kalah’ Sama

30

SIAGAINDONESIA.COM-Sebagai pendukung Perancis saya minoritas dalam acara nobar dengan teman-teman semalam. Sebagian besar mereka pro berat Belgia.

Cara mereka mengekspresikan dukungan bengis betul. Teror mental, gaduh dan penuh bully. Kami diam saja. Hanya sesekali meladeni.

Psikologi mayoritas dan harapan besar Belgia unggul bikin mereka tak kritis dan lupa segala hal detail yang terjadi di lapangan. Ini membuat kami sebagai minoritas punya alasan taktis untuk diam. Tapi dalam hati bilang: “Tak lama lagi giliran kalian yang akan diam. Diam sediam-diamnya, sambil menanggung pedih dan kecewa yang teramat sangat”.

Betul saja. Babak kedua Perancis offensif, melancarkan serangan membabi buta. Lewat umpan tarik yang keren dan sundulan manis, bola bundar yang netral itu menggetarkan jaring gawang Belgia. Gol!. Yg bahagia dan terluka pun seketika nampak.

Sebagai minoritas yang sepanjang permaian ditekan dan dihina dina sebetulnya kami punya kesempatan untuk meluapkan kegembiraan secara lebih demonstratif kepada teman-teman pendukung fanatis Belgia.

Tapi kesempatan itu tidak kami gunakan, kecuali secukupnya saja. Usai pertandingan, toh bagaimanapun mereka teman-teman saya; sering jumpa dan ngopi-ngopi syantik. Kita beda utk satu perkara tapi mungkin sama untuk banyak perkara lain.

Pertandingan hanya soal duniawi biasa yang sifatnya sementara (namanya juga Piala Dunia). Di situ ada unsur nafsu, harapan, senang, cemas, dst. Itulah kehidupan. Cara mengelolanya sederhana sebenarnya: “Eling lan wospodo, ojo gampang kagetan, ojo gampang gumunan..”, kata mendiang pak Harto

(Atong LSI-Ngawi Punya)