Kades Ini ‘Tantang’ Dewan Soal Kekeringan Di Ngawi Selatan

Comment

SIAGAINDONESIA.COM-Iya, Mujimin Kepala Desa (Kades) Tanjungsari, Kecamatan Jogorogo, Ngawi, nekat meminta wakil rakyat yang duduk di DPRD Ngawi untuk duduk bersama mencari solusi masalah kekeringan yang sering melanda di wilayahnya setiap musim kemarau. Pasalnya, dalam beberapa tahun ini  para petani di desanya mengeluhkan gagal panen setelah kekurangan pengairan irigasi.

Parahnya, kata Mujimin dari total luasan area lahan pertanian yang masuk data administrasinya hampir 30 persen gagal panen. Sedangkan yang 70 persen hanya sebatas ‘panen-panenan’ pada musim panen padi tahun ini. Mengingat hasil produksinya pun dibawah jauh dari standartnya hanya sekitar 3 ton gabah per satu hektar padahal jika tumbuh normal bisa tembus antara 6 ton lebih.

“Saya mewakili petani akan terus memperjuangkan keluhan yang terjadi selama ini setiap kali musim kemarau. Padahal lihat sendiri katanya wilayah desa saya itu secara geografis berada di lereng Lawu (Gunung Lawu-red) namun nyatanya kekeringan terus. Maka dari itu saya ajak para wakil rakyat untuk duduk bersama membahas soal itu,” terang Mujimin, Jum’at (13/07).

Ulasnya, ia pun sangat setuju kalau toh solusi mengatasi kekeringan dibuatkan embung dan perbaikan DAM yang ada seperti wacana yang dihembuskan pihak dewan sendiri. Menyusul kalau hanya sebatas merealisasikan sumur dalam/P2T tidak akan bertahan lama demikian debit sumber airnya dibawah normal.

Mujimin secara blak-blakan menolak program yang pernah dilontarkan Dinas Pertanian setiap petani untuk ikut asuransi pertanian. Dengan sistim pembayaran setiap musim panen dengan membayar sekitar Rp 36 ribu per satuan hektar. Menurutnya itu sama sekali bukan solusi justru mengurangi kreatifitas petani dalam bercocok tanam.

“Tidak sepaham kalau toh diasuransikan meskipun itu bukan hal wajib. Hitung sendiri misalkan jika normal per satu hektarnya menghasilkan gabah 6 ton dengan harga per kilogramnya sesuai HPP coba hitung sendiri berapa duit yang dihasilkan petani dengan dibandingkan klaim asuransi pertanian itu,” beber Mujimin.

Ditempat berbeda Slamet Riyanto Ketua Komisi IV DPRD Ngawi sangat menerima baik atas inisiatif salah satu kepala desa di wilayah Kecamatan Jogorogo tersebut untuk sharing bersama stakeholder terkait mencari solusi kekeringan yang berlangganan itu. Pada prinsipnya legislator dari PDIP ini akan terus memperjuangkan nasib petani.

“Monggo kita siap untuk melakukan hearing dengan petani, pemangku wilayah desa (Kades-red) yang akan kita pertemukan dengan pihak terkait dalam hal ini eksekutif,” pungkas Slamet Riyanto. (pr)

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post