Begini Penjelasan Keluarga Triyono Sebenarnya Bukan Tabrak Lari

Comment

SIAGAINDONESIA.COM-Seperti kabar yang berhembus sebelumnya tentang Triyono (25) warga Desa Ngancar, Kecamatan Pitu, Ngawi, yang sempat diisyukan tabrak lari di Nglames, Madiun, pada Selasa pekan lalu, (10/07), usut pun jadi ternyata jauh melenceng dari kabarnya. Saat awak media melakukan klarifikasi langsung ke pihak keluarga Triyono yang profesinya sopir tersebut dibeberkan secara gamblang tentang fakta sebenarnya.

Saat itu dijelaskan, Triyono yang baru pertama kalinya mengemudikan truk mengangkut tebu untuk dikirim ke PG Rejoagung Madiun tengah dalam perjalanan pulang. Ditengah jalan inilah ada operasi kendaraan yang dilakukan pihak aparat kepolisian setempat. Triyono pun berhenti menyadari kalau toh salah satu kelengkapan kendaraan dalam proses administrasi khususnya tentang kir kendaraan meskipun surat-surat lainya komplit.

Setelah berhenti sejenak Triyono berjalan kembali tahu-tahu menyadari dibuntuti petugas kepolisian dari arah belakang. Lantas Triyono memacu truknya nopol B 9594 BL dengan kecepatan tinggi. Dalam perjalanan itulah dia seolah pikiranya kosong dan baru berhenti di wilayah Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, ketika dihadang polisi.

“Habis antar tebu dari pabrik di wilayah Nglames dalam perjalanan ada tilangan cegatan itu (operasi kendaraan-red). Lalu Mas Tri ini ketakutan karena proses kir dan belum pengalaman karena baru pertama kalinya kirim tebu di musim ini jadi bukan menabrak. Dan didalam perjalanan itu kondisi pikiranya kosong,” terang Ali Mohtar salah satu kerabat Triyono, Senin, (16/07).

Ungkapnya lagi, sejak awal dengan kejadian itu pihak keluarganya sudah legowo atas peristiwa yang menimpa saudaranya itu termasuk saat menjemput pulang Triyono dari Polsek Kedunggalar. Harapan Ali Mohtar, pihak keluarga termasuk Abdus Salam dan Mustakim saudara kandung Triyono jangan sampai ada pihak-pihak lain memanfaatkan situasi.

Kemudian tambah Ali, atas klarifikasi yang dilakukan awak media sangat setuju sekali dan bermuara bakal terjadi saling menguntungkan karena berangkat dari kesalahpahaman. Dengan dasar itulah Ali Mohtar mulai saat itu juga tidak perlu ada yang dipermasalahkan lagi mengingat kondisinya benar-benar sudah kondusif.  Sementara itu Triyono sendiri sudah melakukan aktifitasnya seperti biasa sebagai sopir. (pr)

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post