Naikkan Harga Rokok, Perangi Perokok Muda Usia

Comment

SIAGAINDONESIA.COM – Rokok merupakan zat adiktif yang mengandung berbagai bahan berbahaya. Selain nikotin, juga ada karbonmonooksida, tar, aseton, formaldehida, hidrogen, sianida dan arsenik. Di Indonesia dari tahun ke tahun, yang mengkonsumsi rokok juga terus bertambah, baik laki-laki atau perempuan dari berbagai umur. Akibatnya, berbagai penyakit pun banyak diderita yang diakibatkan kebiasaan merokok.

Terkait keprihatinan itu Aliansi Masyarakat Korban Rokok Indonesia (AMKRI) Jawa Timur, mengingatkan semua pihak untuk ikut peduli menyelamatkan masyarakat termasuk generasi muda dari kebiasaan yang membahayakan kesehatan yakni kecanduan rokok. Juga kepada para keluarga miskin untuk menyelamatkan keuangan guna memenuhi kebutuhan dapur. Salah satu caranya mendorong kepada pemerintah untuk menaikkan harga rokok, dan semua pihak diharapkan ikut mendukung program “Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Cerdas, Sehat, Bebas Dari Dampak Buruk Rokok”.

Aliansi yang berdiri sejak tahun 2008 itu juga membeberkan berbagai kesaksian para perokok dalam sebuah acara yang digelar di BG Junction Surabaya, Minggu 22/7/2018.

“Pengguna atau yang mengkonsumsi rokok tidak bisa menghindar dari pengaruh zat adiktif dari nikotin dalam rokok, dan itu yang membuat kecanduan, serta munculnya berbagai penyakit,” ujar Wiwin salah satu pemateri.

Solusinya, lanjut dia, selain ada Kawasan tanpa rokok, juga dilakukan dengan intensif Larangan iklan rokok, dan Menaikkan harga rokok sangat penting untuk mengantisipasi pengguna usai muda, terpenting adalah keluarga miskin.

“Karena 70 persen, perokok adalah orang miskin, karena kecanduan rokok mereka mengabaikan kebutuhan pokok di keluarganya,” tambahnya.

Kemudian, Ketua Komisi Pengendalian Tembakau, menyebut angka kematian akibat rokok di seluruh Indonesia terus meningkat, yakni 45 orang setiap hari.

Untuk menuju cita-cita yang diharapkan itu, Ayati yang juga ketua AMKRI, mengajak semua pihak mendukung langkah yang dilakukan. Ditambahkan, pihaknya juga bekerjasama dengan Komisi Pengendalian Tembakau dari sejumlah universitas termasuk Fakultas kesehatan Unair, Surabaya.

Masih di acara itu, Gapero juga menyebut pihaknya telah bekerja sama dengan DPR Jatim, khususnya Komisi 2 untuk lahirnya Perda terkait peredaran rokok tanpa cukai alias rokok bodong yang menggerus keuntungan pengusaha rokok resmi.

Sementara, pembicara berikutnya Helena, memberikan paparan bahwa selama ini peraturan terkait kebijakan rokok, seringkali diambil oleh pemerintah dari hasil olahan data industri rokok.

Pembicara lainnya, dengan terang-terangan juga menyebut bahwa industri rokok adalah pihak paling banyak menyebar bohongnya.

“Dengan cara licik industri rokok, adalah penyebar hoax terbesar dan terlama,” katanya.

Termasuk isu-isu tentang buruh yang terus dihembuskan, utamanya soal PHK.Min

Up Next

Related Posts

Discussion about this post