Beranda Bisnis PT Gresik Migas Terancam Tutup

PT Gresik Migas Terancam Tutup

61
SIAGAINDONESIA.COM Pasca  dicabutnya alokasi gas untuk PT Gresik Migas (GM), oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Salah satu BUMD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik Jawa Timur, beralih menjadi jasa persewaan alat atau fasilitas gas (Gas Matering Station)
Padahal, sebelumnya PT GM mendapat alokasi gas sebesar 5 MMBTU dari Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO). Namun, jatah itu kini dialihkan ke PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
Pencabutan tersebut, diakui oleh Direktur Utama PT Gresik Migas Bukhori. Karena, perusahaan yang dipimpinnya tidak memiliki fasilitas yang memadai dan jika dimintapun. Pihaknya mengaku, tidak sanggup untuk membangun. Sebab, nilai investasinya sangat besar.
“PGN itu, telah memiliki fasilitas pipa distribusi hingga ke end user atau pembeli langsung. Sedangkan GM ini, tidak memiliki fasilitas itu. Sehingga alokasinya dicabut,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (4/8/2018).
Di tambahkan Bukhori, dengan dicabutnya alokasi gas ini maka praktis saat GM hanya bisa menjual gas dari blok Lengowangi sebesar 2 MMBTU. “Untuk persoalan ini, kami meminta campur tangan Bupati dan DPRD Gresik. Agar menerbitkan Peraturan Daerah (Perda), tentang lokal konten dan termasuk didalamnya juga mengusulkan konspe Domestic Participating Obligation (DPO),” tuturnya.
“Lewat Perda itu, kami harapkan akan dapat mengatur keterlibatan perusahaan daerah dalam kegiatan jual beli gas di Gresik,” tegasnya.
“Intinya PT GM ini, jangan sampai bernasib sama seperti PT Gresik Samudra yang dibekukan. Untuk itu, kami akan terus mencari akal agar bisa tetap bertahan. Melalui fasilitas Gas Matering Station, yang kami miliki. Kami tawarkan ke PGN agar disewa, ya istilahnya BUMD harus diberdayakan agar tidak tutup,” pungkasnya. Zer