Dua Pejabat KSU Mitra Lestari Ditahan Kejari Surabaya, Ini Peran Mereka

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Dari hasil pengembangan kasus dugaan penyalahgunaan dana dari Lembaga Pengelola Dan Bergulir (LPDB) yang digelontorkan Kementerian Koperasi & UMKM sebanyak Rp 1 Miliar ke Koperasi Serba Usaha (KSU) Mitra Lestari pun mencapai titik kepuasan.

Pasalnya, setelah menetapka tersangka dan menahan KSU Mitra Lestari yakni, Kun Hidayat Imam (Ketua) dan Sutikno Tjoedoko, Manejer KSU pada 28 Juni 2018 lalu. Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) Surabaya, Heru Kamarullah, SH., MH., berjanji untuk mengembangkan perkara ini.

Kini penyidik Pidsus Kejari Surabaya kembali menahan dua pejabat KSU Mitra Lestari laiinya. Mereka adalah Johanes, Warga Darmo Permai, selaku bendahara KSU Mitra Lestari dan Pawitro Tjodoko, Warga Driyorejo Gresik yang menjabat sebagai sekretaris di KSU Mitra Lestari.

“Terhitung mulai hari ini tersangka JTK dan PTJ kami tahan selama dua puluh (20) hari kedepan. Keduanya kami tahan di Rutan Klas I Surabaya Cabang Kejati Jatim,” ujar Kajari Surabaya, Teguh Budi Darmawan, SH., MH., didampingi Kasi Intelijen, I Ketut Kasna Dedi, SH., MH., dan Kasi Pidsus, Heru Kamarullah, SH., MH., pada awak media, Rabu (8/8/2018).

Kajari Surabaya, Teguh Budi Darmawan, SH., MH., didampingi Kasi Intelijen, I Ketut Kasna Dedi, SH., MH., sebelah kanan dan Kasi Pidsus, Heru Kamarullah, SH., MH., (foto: Ad)

Kajari Surabaya, Teguh Budi Darmawan, SH., MH., didampingi Kasi Intelijen, I Ketut Kasna Dedi, SH., MH., sebelah kanan dan Kasi Pidsus, Heru Kamarullah, SH., MH., (foto: Ad)

Menurut Teguh, penetapan Johanes dan Pawitro Tjoedoko sebagai tersangka merupakan pengembangan dari hasil penyidikkan. “Ini pengembangan. Jadi total tersangka dalan kasus ini ada empat orang, yang dua lainnya sudah kami tahan sebelumnya,” terang Kajari Teguh.

Dijelaskan Kajari Teguh, jika dugaan korupsi ini terjadi sejak Desember 2012 lalu, saat itu KSU Mitra Lestari mengajukan pinjaman LPDB ke Kementerian Koperasi & UMKM sebanyak Rp 1,5 miliar rupiah yang akan disalurkan ke 24 anggota KSU Mitra Lestari.

Pengajuan dana LPDB itu akhirnya cair pada 26 Maret 2013 dan selanjutnya dana tersebut dicairkan oleh tersangka Sutikno Tjoedoko selaku Manajer KSU Mitra Lestari melalui rekening KSU Mitra Lestari di Bank BCA KCP Tandes.

Namun ternyata, pengelolaan dana LPDB itu diselewengkan oleh para tersangka. Dari 24 anggota KSU Mitra Lestari hanya 5 orang yang diberi pencairan, sedangkan 19 anggota KSU Mitra Lestari justru tidak mengetahui adanya pinjaman dana LPDP tersebut.

“Hingga terjadi kredit macet dan KSU Mitra Lestari memiliki tunggakan pinjaman dana LPDB sebesar Rp 543.776.666 rupiah,” kata Kajari Teguh.

Dalam kasus ini, keempat tersangka dijerat melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Perbuatan para tersangka bertentangan dengan Surat Pemberitahuan Persetujuan Prinsip (SP3) tanggal 23 Februari 2013 dan Peraturan Direksi LPDB Nomor 36/PER/LPDB/2010 tentang petunjuk teknis pemberian pinjaman atau pembiyaan kepada koperasi,” pungkas Kajari Surabaya, Teguh Budi Darmawan, SH., MH. (Ady)

Up Next

Related Posts

Discussion about this post