Pariwisata Mendongkrak Geliat Ekonomi Kota Gandrung

Comment

SIAGAINDONESIA.COM
Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) yang diselenggarakan oleh UPT Taman Budaya Jatim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim, kali ini menampilkan potensi seni budaya dan pariwisata dari Kabupaten Banyuwangi, Jumat (10/8/2018) di Gedung Cak Durasim, Surabaya.

Staf Ahli Bupati Banyuwangi Bidang Ekonomi dan Keuangan, Peni Handayani, menyebutkan, sepanjang tahun 2018 ini Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memiliki agenda sebanyak 77 festival.

“Itu festival di berbagai bidang, mulai dari kebudayaan, ekonomi, hingga olahraga,” ujarnya.

Dia memastikan keberlangsungan seluruh festival tersebut, berdasarkan pengalaman pada penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, terbilang sukses mendatangkan wisatawan dan turut mendongkrak perekonomian masyarakat hingga ke pelosok-pelosok desa.

Peni mencontohkan, ajang olahraga balap sepeda tahunan `International Tour de Banyuwangi Ijen’ yang kegiatannya sampai memasuki jalan-jalan di pedesaan.

“Masyarakat di desa-desa merasakan dampaknya. Mereka mengelola parkir kendaraan dari para wisatawan. Rumah-rumah warga pun terdongkrak dari penghasilan `home stay`. Belum lagi memperoleh keuntungan dari menjual makanan dan minuman,” ujarnya.

Selain itu, Peni memastikan hotel-hotel dan rumah makan di Banyuwangi terdongkrak dari kedatangan para wisatawan ketika berbagai agenda festival itu berlangsung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Banyuwangi Bramuda menandaskan, sektor pariwisata kini menjadi tumpuan utama PAD di Kabupaten Banyuwangi.

“Dulu sektor Pariwisata menjadi penymbang PAD paling sedikit di Banyuwangi. PAD tertinggi dulu dari sektor pertanian. Sekarang selama kepemimpinan Bupati Azwar Anas, PAD dari sektor pariwisata menjadi tertinggi. PAD pertanian sekarang nomor dua di bawah pariwisata,” ucapnya.Pak_Dik

Up Next

Related Posts

Discussion about this post