Menunggu Gebrakan Ari Askhara Pimpin Garuda Indonesia

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., di Auditorium Gedung Manajemen Garuda City Center, Tangerang, Rabu, (12/9/2018), menyetujui penunjukan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru menggantikan Pahala N. Mansury yang menjabat sejak April 2017. Forum juga memberhentikan dengan hormat Pahala N. Mansury sebagai Direktur Utama.

Memang, manajemen Garuda semasa dipimpin Pahala Mansury kerap menghadapi tantangan ketatnya persaingan maskapai serta kenaikan beban operasional akibat mahalnya harga bahan bakar dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Selain itu, kondisi keuangan Garuda yang terus merugi tidak kunjung surplus sehingga Kementerian BUMN merombak total Dewan Direksi dan Dewan Komisaris Garuda.

RUPSLB yang dihadiri atau diwakili oleh pemegang 223.202.122.369 lembar saham atau 89.6 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia ini juga memberhentikan dengan hormat Jusman Sfafii Djamal sebagai Komisaris Utama dan menunjuk Agus Santoso sebagai Komisaris Utama/ Independen Garuda Indonesia yang baru. Agus adalah bekas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Hampir seluruh jajaran direksi Garuda diubah pasca digantinya Pahala. Wajah lama yang masih bertahan antara lain Direktur Teknik I Wayan Susena dan Direktur Layanan Nicodemus Panarung Lampe.

Saat ini peluang Garuda untuk tumbuh masih terbuka lebar. Faktor yang akan menjadi pendorong ialah adanya kecenderungan kenaikan kunjungan wisatawan. Jumlah wisatawan mancanegara Januari-Juli 2018 mencapai 9,06 juta kunjungan. Tumbuh 12,92%. Karena itu Garuda seharusnya mendapat kue bisnis pariwisata yang tumbuh mengesankan tersebut.

Namun demikian, kondisi tersebut tak bisa dimanfaatkan oleh Pahala Mansury dan kawan-kawan. Justru kondisi keuangan Garuda semakin parah sehingga Kementerian BUMN memutuskan untuk mengganti jajaran Dewan Direksi dan Dewan Komisaris sekaligus.

Kinerja Garuda pada semester I 2018 membukukan kerugian US$114 juta atau sekitar Rp1,65 triliun. Nilai tukar rupiah yang terus melemah dan kenaikan harga avtur menjadi salah satu penyebab kerugian. Namun angka kerugian pada awal tahun ini relatif membaik jika dibanding periode yang sama pada 2017, saat Garuda merugi US$284 juta atau sekitar Rp4,11 triliun.

Sebelumnya, Pahala mengatakan kerugian tersebut bisa ditekan karena Garuda bisa membukukan pendapatan operasional US$1,9 miliar atau tunmbuh sekitar 5,9%. Adapun pengeluaran biaya operasional tumbuh 0,3% atau senilai US$ 2,1 miliar.

Walaupun pertumbuhan pendapatan jauh di atas pertumbuhan biaya operasional, namun karena adanya rugi selisih kurs dan kenaikan harga avtur, Garuda belum mampu keluar dari zona minus dalam pembukuan.

Karena itu dengan menyerahkan tongkat komando ke Ari Askhara, harapannya ada upaya perbaikan kinerja dan peningkatan persaingan di industri penerbangan.

Ari sendiri sebenarnya bukan orang baru di Garuda. Lelaki kelahiran 13 Oktober 1971 itu pernah menjadi direktur keuangan dan manajemen risiko Garuda. Alumnus S1 Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada dan S2 Administrasi Bisnis Jurusan International Finance Universitas Indonesia (UI) tersebut pernah juga menduduki jabatan penting di sejumlah BUMN.

Pertama, direktur pengembangan sistem PT Wijaya Karya (Persero). Kedua, direktur keuangan PT Pelindo III (Persero).

Di luar BUMN, Ari juga pernah menjabat Head of Natural Resources ANZ Bank Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan perombakan direksi Garuda, termasuk penunjukkan Ari, dilakukan demi meningkatkan kinerja perusahaan.

“Kami melihat, ke depan ini challenge-nya, apa saja. Seperti Garuda, tantangannya itu apa saja, keahlian yang dibutuhkan Garuda itu apa,” katanya usai menghadiri konferensi pers di Soehana Hall Energy Building, Rabu (12/9/2018).

Saat ditanya oleh awak media apakah perombakan direksi Garuda karena tekanan dari serikat pekerja, Rini mengungkapkan perombakan direksi perusahaan pelat merah lazim dilakukan untuk menyesuaikan keahlian pimpinan dengan kebutuhan perusahaan terkait.

 

 

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post