Mahasiswa Desak Jokowi Mundur

Comment

SIAGAINDONESIA.COM Pasca demonstrasi ribuan mahasiswa yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) pada Senin (10/9/2018) lalu, gerakan mahasiswa mulai massif dan hidup lagi.

Tuntutan mereka sama. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk turun dari jabatannya jika tidak bisa menstabilkan perekonomian bangsa. Apalagi saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Ini menjadi sebuah indikasi kurang baiknya kinerja pemerintahan Jokowi dalam mengelola perekonomian.

Setidaknya inilah yang dilakukan ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda dan Mahasiswa Kota se-Indonesia saat melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Demo tidak hanya digelar di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Ada juga mahasiswa yang menggelar aksi di depan kantor Kementerian Keuangan, di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Baik di Istana maupun di Kemenkeu, tuntutan mahasiswa sama, yaitu menuntut pemerintah memperbaiki perekonomian nasional.

Menstabilkan harga bahan pangan pokok, menghentikan kebijakan impor, serta menekan terpuruknya nilai tukar rupiah atas dolar AS.

“Jika Presiden Jokowi tidak bisa menstabilkan nilai tukar rupiah, menghentikan impor yang tidak pro rakyat, serta menstabilkan harga bahan pokok, maka sebaiknya mundur dari presiden dan calon presiden 2019,” ujar koordinator Forum Pemuda dan Mahasiswa Kota se-Indonesia, Harso di depan Istana Merdeka, Jakarta.

Lebih lanjut, Harso menambahkan, selama pemerintahannya, Jokowi tidak bisa mengatur dan mengelola perekonomian bangsa.

“Jokowi harus bertanggung jawab. Indonesia menjadi hancur. Selama pemerintahannya, Indonesia semakin miskin, harga-harga mahal dan rupiah anjlok,” tambahnya.

Untuk itu, sambung Harso, pihaknya meminta agar Presiden Jokowi dan para pembantunya untuk segera memberikan solusi yang nyata atas keadaan Indonesia saat ini.

“Presiden dan mereka yang di sekelilingnya jangan hanya hura-hura, mereka semua harus memberikan solusi real untuk negara ini,” tukasnya.

Dalam aksinya, puluhan mahasiswa yang tergabung dari seluruh kampus dan pemuda dari beberapa kota di Jakarta dan sekitarnya itu membawa spanduk bertuliskan “Rupiah Anjlok Jokowi Lengser”.

Terpisah, Sekretaris Jenderal jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Satyo Purwanto menyebut, mahasiswa tampaknya sudah bangun dari tidur panjangnya. Mereka mulai sadar bahwa rezim ini sudah bobrok.

“Tidur panjang gerakan mahasiswa Indonesia terjaga kembali menjadi para pelaku sejarah perubahan,” ujar Satyo yang akrab disapa Komeng ini.

Menurutnya, aksi mahasiswa UIR membawa semangat baru bagi mahasiswa untuk kembali bersikap kritis dalam mengawal rezim pemerintahan. Maklum, selama ini gerakan mahasiswa dianggap mampu menerobos sekat-sekat ideologi dan kepentingan pragmatisme.

Sebaliknya, selama ini kampus cenderung hanya menjadi pabrik sarjana. Kampus sudah tidak lagi memiliki tanggung jawab sosial dan hanya mengejar komersialisasi pendidikan. “Mahasiswa hari ini sudah kehilangan peran sebagai agent of chance sudah lama mahasiswa Indonesia tersesat dalam neoliberalisme kultural,” ujarnya.

Up Next

Related Posts

Discussion about this post