Tingkatkan Mutu Layanan, RUMKITAL Dr Ramelan Tambah Fasilitas ICU dan PARU

Comment

SIAGAINDONESIA.COM – Ketatnya kompetisi pengelolaan rumah sakit dan guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat khususnya Intensive Care Unit (ICU) dan Paru RUMKITAL Dr Ramelan Surabaya menambah sarana prasarana baru, itu lantaran jumlah pasien yang terus bertambah.

“Tambahan yang telah diwujudkan diantaranya fasilitas Gedung ICU baru dan Gedung Layanan Paru. Ruang baru ini dapat menampung sebanyak 23 tempat tidur yang dilengkapi dengan ventilator dan telah beroperasi sejak 10 September 2018 lalu. Berdiri di atas bangunan seluas 696 meter persegi, untuk penanganan pasien pasca operasi dan juga untuk pasien yang membutuhkan alat ventilator,” kata Kepala RUMKITAL Dr Ramelan Surabaya, Laksamana Pertama TNI IDG Nalendra Djaya Iswara, Jumat (14/9/2018).

Fasilitas baru yang pembangunannya menelan biaya Rp29 miliar lebih itu, didukung 3 dokter, 63 perawat dan tenaga medis (TM), serta 11 tenaga non medis. Saat ini RUMKITAL memiliki 52 TT, terdiri dari 29 TT ICU lama, 23 TT ICU baru.

Selain telah selesai membangun ruang ICU baru, rumah sakit ini juga telah menyelesaikan pembangunan Gedung Paru. Pembangunan itu didasari dengan terus meningkatnya jumlah pasien Paru setiap tahunnya. Termasuk penambahan Ruang Isolasi guna menjawab tantangan kompetitif dalam pelayanan.

Gedung baru seluas 1.680 meter persegi ini terletak di sebelah Selatan bangunan lama yang mampu diisi 65 buah tempat tidur, dan didukung TM sebanyak 5 orang dokter spesialis yang berpengalaman. 40 perawat dan 12 orang tenaga non medis.

Sejak diresmikan oleh Kasal Laksamana Ade Supandi, 2016 lalu hingga Agustus 2018, gedung yang memiliki fasilitas moderen ini telah menampung sebanyak 2.466 pasien.

“Pembangunan fasilitas gedung menelan biaya Rp13,3 miliar, sebagian besar merupakan PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dan APBN. Terdiri, pembangunan gedung senilai Rp10,3 miliar dan alat kesehatan (Alkes) senilai Rp3 miliar,” terang Dr Nalendra Djaya yang didampingi dr Wayan dan drg Adiah Ismulyanti.

Keberadaan Ruang Isolasi Baru (R4 Paru) merupakan salah satu bentuk perhatian RUMKITAL Dr Ramelan terhadap jaminan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dijelaskan, sebenarnya telah banyak fasilitas baru yang telah ada sejak rumah sakit itu berdiri Agustus 1950 silam, baik dari pengelolaan rumah sakit maupun dari APBN. Itu menunjukkan adanya pengelolaan pendapatan rumah sakit yang baik dan tepat guna, yang manfaatnya dapat dirasakan hingga saat ini.

Selain membangun dan melengkapi sarana dan prasarana rumah sakit guna peningkatan layanan, pihaknya juga selalu memperhatikan peningkatan kesejahteraan seluruh karyawan.

Untuk layanan pasien BPJS rumah sakit ini juga memberikan jenis pelayanan yang sama dengan pasien umum, tidak ada tambahan biaya apa pun.

“Kecuali jika atas permintaan pasien untuk pindah kelas layanan, ini penting untuk diketahui masyarakat, jadi RUMKITAL Dr Ramelan Surabaya ini tidak membeda-bedakan pasien,” tegasnya.

Termasuk berhak untuk mendapat fasilitas layanan yang dibutuhkan seperti MRI, Radiotherapi dan ICU, juga seluruh obat-obatan tanpa dipungut biaya. Dan, hasil dari pengelolaan pelayanan dikembalikan lagi dalam bentuk pengadaan fasilitas dengan mengedepankan mutu dan kendali pengelolaan biaya yang baik.

Disebutkan, tidak benar jika ada anggapan bahwa selama ini RUMKITAL Dr Ramelan adalah rumah sakit yang hanya menerima dan melayani pasien dari prajurit dan keluarga besar TNI AL saja.

Sebagaimana fungsi dan kelasnya sebagai rumah sakit Tipe A, tidak terbatas menerima pasien dari kalangan TNI AL dan keluarga besarnya semata, melainkan seluruh lapisan masyarakat sipil.

“Lazimnya RSUD Dr Soetomo Surabaya dan RS Syaiful Anwar Malang, yang kepemilikannya adalah Pemprov Jatim, RUMKITAL Dr Ramelan Surabaya juga menerima rujukan dari berbagai RS yang ada di seluruh Indonesia,” terang Panglima Tinggi (Pati) TNI AL yang pernah menjadi dokter Kepresidenan tahun 2014-2016 itu.Tji

 

Up Next

Related Posts

Discussion about this post