Beranda featured Demokrat Gugat Asia Sentinel Soal Fitnah Pencucian Uang

Demokrat Gugat Asia Sentinel Soal Fitnah Pencucian Uang

31
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SIAGAINDONESIA.COM Publik sempat dibuat tertegun oleh laman berita Asia Sentinel memberitakan artikel mengenai hasil investigasi tentang konspirasi di balik kasus Bank Century yang akhirnya berubah jadi Bank Mutiara dan dikuasai oleh J Trust.

Artikel berjudul “Indonesia’s SBY Governmant: Vast Criminal Conspiracy” ini ditulis langsung oleh pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen.

Dalam pemberitaan Asia Sentinel menyebutkan adanya konspirasi mencuri uang negara hingga 12 miliar dolar AS dan ditemukan pencucian uang melalui perbankan internasional.

Laporan investigasi John ini berdasarkan gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius setebal 488 halaman pekan lalu. Gugatan ini mengungkap 30 pejabat Indonesia yang terlibat skema pencurian uang dan melakukan pencucian uang di bank-bank mancanegara.

Selain itu, laporan investigasi ini juga merujuk pada analisis forensik atas berbagai bukti yang dikumpulkan oleh satuan tugas khusus investigator dan pengacara dari sejumlah negara, antara lain Indonesia, Inggris, Thailand, Singapura, dan Jepang.

Laporan tersebut dilengkapi 80 halaman keterangan di bawah sumpah yang menyeret keterlibatan lembaga keuangan internasional, termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, United Overseas Bank (UOB) Singapura, dan lainnya.

Tapi artikel tersebut telah hilang atau dihapus dari media Asia Sentinel. Pada Jumat (14/9/2018) di laman berita tersebut tertulis page not found 404. Atas kehebohan Asia Sentinel, sejumlah media nasional sempat mengutip artikel tersebut dan menjadi perbincangan sejumlah elite politik.

Artikel SBY soal pencucian uang mendadak hilang.
Artikel SBY soal pencucian uang mendadak hilang.

Menanggapi isu yang beredar baik di media mainstream maupun media sosial yang seolah-olah Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden RI Ke-6 dan Ketua Umum Partai Demokrat melakukan pencucian uang, SBY menyampaikan tanggapannya.

SBY dengan tegas mengatakan “Tangkap dan penjarakan saya kalau fitnah itu benar. Kalau tidak benar, saya tuntut yang mengeluarkan dan menyebarluaskan fitnah itu,” kata SBY.

Propaganda

Meski media Asia Sentinel belakangan sudah menghapus berita yang diterbitkan pada 12 September lalu itu, namun Partai Demokrat menegaskan bahwa pemberitaan itu merupakan berita propaganda. Karena Partai Demokrat akan menempuh langkah hukum terhadap media Asia Sentinel yang memuat berita tuduhan terhadap SBY.

“Dengan dihapusnya berita itu, justru membuat kami semakin yakin bahwa itu adalah berita propaganda untuk menyudutkan SBY dan Partai Demokrat di tahun politik ini,” kata Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dilansir dari kompas.com, Sabtu (15/9/2018).

Ferdinand mengatakan, saat ini Partai Demokrat masih terus merumuskan langkah hukum seperti apa yang akan ditempuh. Semalam, menurut dia, SBY dan elite Partai Demokrat sudah menggelar rapat perdana untuk membahas permasalahan ini.

“Pasti Partai Demokrat akan melakukan langkah yang tepat dan terukur,” kata dia. Ferdinand menambahkan, Partai Demokrat sudah melakukan komunikasi dengan pihak terkait, termasuk dengan pihak Asia Sentinel.

Namun, Demokrat sama sekali tidak meminta media tersebut untuk menghapus berita yang menyudutkan SBY.

Hal senada disampaikan Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan. Menurutnya, artikel Asia Sentinel Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy’ yang menyebut pemerintah di era SBY telah melakukan konspirasi pencurian dan pencucian uang senilai USD 12 miliar atau setara Rp 117 triliun, tidak benar dan fitnah yang dibangun dari opini pribadi.

“Sumber beritanya diambil dari materi gugatan persidangan di Mauritius antara Weston Capital vs LPS yang sama sekali tdk menyebut SBY & @PDemokrat,” tulis Hinca.

Jika isi gugatan Weston Capital itu benar dan niatnya bukan untuk mencemarkan nama baik SBY, Demokrat mempersilakan gugatan diajukan di Indonesia.