Beranda featured Krisis Ekonomi Ancam Indonesia

Krisis Ekonomi Ancam Indonesia

46

SIAGAINDONESIA.COM – Gubernur Jawa Timur Soekarwo di sela melantik pejabat eselon II, mengingatkan soal gejala krisis ekonomi. Para pejabat yang dilantik diingatkan untuk ikut mengantisipasi krisis, dengan mengambil keputusan dan melaksanakan program yang telah disusun dalam RPJMD.

“Selain itu, juga terus mengamati perkembangan yang ada,” pinta Pakde Karwo, sapaan Soekarwo, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (31/8/2018), lalu.

Kemudian, Pakde Karwo dengan mengutip pendapat seorang ahli bidang pembangunan yang mengatakan bahwa krisis yang terjadi saat ini bisa berlanjut, apalagi nilai kurs sudah menyentuh Rp. 14.800 (siang hari saat acara digelar) per dollar AS.

Dikatakan, itu (krisis) akibat pengaruh krisis di Argentina. Dan, China yang juga mengurangi investasi dan memperkuat pasar dalam negeri sebagai langkah mengantisipasi konflik perang dagang.

“Saya mengusulkan, pikirkan dengan matang yang bisa meningkatkan kesejahteraan seperti proses industri yang bahan bakunya di sekitar kita. Karena saat ini defisit neraca berjalan, impor lebih besar ketimbang ekspor,” katanya.

Para pejabat termasuk yang hari itu dilantik, untuk terus belajar dan menghadapi krisis. Diminta juga merubah pemikiran tidak saja untuk kepentingan Jatim, tapi juga menghidupkan antar provinsi dan antar negara.

Juga mengingatkan pejabat di Jatim untuk tidak mengeluarkan pernyataan tentang biaya pembangunan, karena merupakan keputusan gubernur dan DPRD, bukan Kepala OPD.

“Kalau DPRD gondok nanti ribut, tolong kesadaran sepenuhnya. Tugas kepala OPD mengusulkan kepada kepala pemerintahan yakni gubernur dan DPRD,” terangnya.

Pakde Karwo juga berpesan para istri pejabat yang baru dilantik untuk terus mengingatkan suaminya soal integritas. Apalagi kasus OTT KPK selama ini sebagian besar karena integritas.

“Saya titip kepada ibu-ibu untuk menjaga integritas suaminya. Tolong ini dijaga betul kalau kata ahli agama termasuk juga imannya harus dijaga,” pesannya.

Sekedar tahu, di lingkungan Pemprov Jatim pejabat Eselon II yang dilantik hari itu ada 20 orang. Pelantikan mengacu Keputusan Gubernur Jatim Nomor 821.2/1673/204/2018 tanggal 31 Agustus 2018.

Mereka adalah, Boedi Prijo Soeprajitno, SH., M.Si sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Prov. Jatim, Dr. Bobby Soemiarsono, SH, M.Si sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Prov. Jatim, dan Setiajit, SH, M.M sebagai Kepala Dinas ESDM Prov. Jatim.

Dr. Ir. Raden Bagus Fattah Jasin, M.S sebagai Kepala Dinas Perhubungan Prov. Jatim, Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jatim, serta Aries Agung Paewai, S.STP, MM sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol.

Ekonomi Indonesia Mengkhawatirkan

Ekonom Rizal Ramli jauh hari telah mengingatkan kalau ekonomi Indonesia telah berada di kondisi mengkhawatirkan, masuk di lampu merah. Disebut, gejolak sudah terasa Mei 2018 dan ditandai neraca perdagangan yang terus defisit hingga US$ 1,52 miliar. Transaksi yang tengah berjalan di bulan itu berada di minus US$ 5,5 miliar.

Sebulan kemudian atau Juli 2018, Rizal kembali menegaskan kondisi itu semakin parah. Kalau tidak berhati-hati akan terjadi krisis yang melanda negeri ini. “Kalau tidak hati-hati krisis akan terjadi kembali. Jangan sampai kita jatuh ke lubang yang sama, krisis yang berkepanjangan,” tegas Rizal.

Indikator lainnya yang semakin memburuk, nilai tukar rupiah yang terus anjlok dan  berdampak pada daya beli masyarakat yang ikut terpuruk. Menurutnya, kondisi itu tidak akan lepas dari pantauan para investor asing. Dampaknya banyak investor yang khawatir dan kemudian menarik investasinya dari pasar modal di Indonesia.