Beranda aneka Gerbang Gresik Ajak Kades Terlibat Dalam Gerakan Desa Mandiri

Gerbang Gresik Ajak Kades Terlibat Dalam Gerakan Desa Mandiri

34

SIAGAINDONESIA.COM Diskusi Interaktif dengan tema “Gerakan Desa Mandiri Gresik 2021” digelar LSM Gerbang Gresik (GG), untuk mendorong desa yang ada di Kabupaten Gresik bisa menjadi mandiri. Dengan melibatkan para Kepala Desa (Kades), di Hotel Pesona Gresik, Minggu (16/9/2018).

Dalam kegiatan itu, mentor dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ponggok, Klaten, Jawa Tengah dan mentor profil desa dan kelurahan (Prodeskel) Banyuwangi. Dua daerah yang telah berhasil mewujudkan desanya sebagai desa mandiri, dengan capai prestasi yang diakui Pemerintah Daerah hingga Pusat dihadirkan untuk memberikan pengalamannya.

“Ada 70 kepala desa (kades) dari sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik, yang dilibatkan dalam diskusi interaktif ini. Dengan tujuan untuk memetakan potensi desa, untuk dibantu pengembangannya sehingga terciptanya kemandirian desa,” kata, Pembina LSM GG Nur Qolib.

“Kegiatan ini, merupakan bentuk dorongan terhadap program kemandirian desa. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Gresik pun sangat mendukung langkah kami ini. Terbukti, dalam 5 program prioritas tahun 2019 program kemandirian desa menjadi salah satu ptioritas memajukan masyarakat desa,” ujarnya.

“Makanya, LSM GG terus menggugah dan mensupport desa-desa untuk membangun desanya menjadi mandiri,” paparnya.

Di tambahkan Qolib, pihaknya lewat GG intens turba ke desa-desa untuk lakukan diskusi dengan kepala desa. “Tujuan kami untuk mengugah kesadaran desa, untuk bisa mandiri dalam berbagai hal. Salah satu contohnya, dengan mengembangkan potensi desanya. Kalau desanya berpotensi wisatanya, ya harus dikembangkan. Sebab, hasilnya nanti akan bisa dirasakan langsung oleh desa dan masyarakatnya,” tuturnya.

“Namun, kita sadar persoalan tersebut tak bisa diselesaikan oleh GG sendiri. Kami butuh dukungan dan keterlibatan semua pihak, khususnya pemangku kebijakan atau pemerintah,” tegasnya.

“Untuk memaksimalkan program ini, GG telah mendatangi 100 desa untuk mensupport agar menjadi Desa Mandiri. Ke depannya akan terus kami lakukan sehingga semua desa di Kabupaten Gresik mandiri. Mandiri dalam memanfaatkan potensi desanya dan mandiri dalam memperbaiki pelayanan cepat di pemerintahan desa (Pemdes) nya,” tandasnya.

Sementara Plt Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Gresik, Indah Sofiana menyatakan, sangat apresiatif dengan langkah GG. “Kami sangat mendukung dengan apa yang dilakukan LSM GG ini, karena sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Gresik yang menargetkan pada tahun 2021 desa mandiri bisa terwujud,” ucapnya.

“Melihat rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021 BUMDes di Kabupaten Gresik sudah terbentuk 99 persen. Sebab, hingga tahun 2018 hanya tinggal 7 desa yang belum ada BUMDes nya,” ungkapnya.

Menurut Indah, bahwa saat ini masih banyak dijumpai di pemerintahan desa (Pemdes) pelayanan yang berjalan belum sesuai harapan masyarakat. Hal ini dikarenakan selain masih terbatasnya jumlah personel, juga sumber daya manusia (SDM). Bahkan, banyak desa yang perangkat tak lebih 15 orang. Sementara yang dilayani ada yang mencapai 300 ribu warga.

“Dengan ada lembaga non pemerintah yang mau terlibat dalam persoalan ini, sangat kami suport. Karena ini akan sangat membantu langkah pemerintah,” pungkasnya.” Zer