Beranda Headline Makna Angka 1 dan 2 Bagi Capres Cawapres

Makna Angka 1 dan 2 Bagi Capres Cawapres

12
Ilustrasi pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019. Foto: kompas

SIAGAINDONESIA.COM Partai politik pengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden kedua kubu punya makna tersendiri atas perolehan nomor urut Pilpres 2019.

rapat pleno KPU, di kantor KPU Jakarta, Jumat 21 September 2018 malam,

Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendapat nomor urut 1, sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2. Hal ini ditetapkan setelah rapat pleno KPU, di kantor KPU Jakarta, Jumat (21/9/2018) malam.

Sejumlah partai politik lantas memaknai nomor urut Pilpres 2019 ini.

PDI Perjuangan menyebut nomor urut 1 Jokowi-Ma’ruf sarat dengan pesan sejarah untuk menjaga keutuhan NKRI.

Menurut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, nomor urut satu memberikan makna simbolik agar Jokowi memimpin satu periode lagi untuk memperjuangkan kemajuan Indonesia Raya.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan, pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapat nomor urut satu, adalah nomor keberuntungan.

Menurut dia, pada pemilu presiden, peserta pemilu berlomba-lomba untuk menang sehingga menjadi RI-1. “Pasangan Jokowi-Ma’ruf, mendapat nomor urut satu, semoga lebih dekat menuju ke RI-1,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan nomor dua yang diperoleh Prabowo Subianto-Sandiaga Uno adalah simbol kemenangan.

“Nomor dua adalah simbol kemenangan, sesuatu yang beruntung,” kata Muzani Jumat 21 September 2018.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto menilai angka dua bagi pasangan Prabowo-Sandiaga memiliki filosofi menghentikan narasi yang selama ini dibangun pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Yaitu dua periode.

Menurut dia, selama ini pasangan Jokowi-Ma’ruf membangun narasi tersebut secara massif yaitu Salam Dua Periode, namun setelah pengundian nomor urut itu, maka secara otomatis narasi tersebut berhenti. 

“Jadi seperti mati langkah, kalau mau menyerang memasukan bola ternyata mati langkah karena mendapatkan nomor satu. Jokowi satu periode dan salam dua periode jadi batal,” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, Siti Hediati atau Titiek Soeharto mengatakan nomor urut dua, bermakna kedamaian dan kemenangan. “Nomor urut dua juga disebut sebagai ‘victory’ atau kemenangan,” ucapnya.