Beranda Headline Indonesia Sasaran Medan Perang Baru

Indonesia Sasaran Medan Perang Baru

125
0
Dr. Dini Dewi Heniarti (tengah).

SIAGAINDONESIA.COM TNI sebagai Entitas;Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah sebuah entitas yang terdoktrin secara kuat, yang terimplementasi dalam pola pikir, pola ucap, dan pola tindak para anggotanya dalam kehidupan sehari-hari.

Indoktrinasi yang ditancapkan sejak seorang warga negara (sipil) memutuskan dirinya menjadi “tentara” pada akhirnya akan berbuah pada bentuk dan postur pribadi tersebut saat ia lulus dari pendidikannya dan efektif menjadi seorang anggota militer. Terlepas dari norma universal dalam konsep doktriner yang berlaku bagi semua prajurit, anggota militer tetap harus melihat dunia nyata yang pada gilirannya akan memaksa untuk berpikir.

Isu utama yang dihadapinya dalam hal ini tak hanya “membunuh” atau “dibunuh” musuhnya, melainkan juga “bertahan” atau “mati” oleh perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya. Metamorfosis inilah yang harus dapat dibaca.

TNI dituntut memiliki kemampuan profesional yang handal dalam mendefinisikan dan menghadapi setiap ancaman yang mengganggu keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada saat yang sama negara dituntut untuk memberikan daya dukung yang memadai (minimum essential force) guna menunjang tugas pokok TNI tersebut.

Fungsi TNI dijelaskan secara terperinci sebagai; (1) penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa; (2) penindak terhadap setiap bentuk ancaman; dan (3) pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan.

Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Sejarah pertumbuhan dan perkembangan TNI yang penuh dengan tantangan dan hambatan yang berat membuktikan bahwa pengabdian TNI merupakan bagian dari rangkaian proses perjuangan bangsa Indonesia. Institusi TNI lahir pertama-tama sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional kemudian sebagai tentara yang profesional.

Tentara di setiap negara memiliki ciri khas dalam proses kelahirannya dan tumbuh sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing. Tentara Nasional Indonesia tidak lahir tiba-tiba di saat negara ini sudah mapan. Cikal bakal TNI adalah sebagian rakyat bersenjata yang berjuang mengorbankan jiwa raganya mengusir penjajah. Keniscayaan sejarah TNI itu yang tidak boleh hilang. Sebab, itulah jati diri TNI. Reformasi internal TNI terus dilakukan sehingga terwujud postur TNI yang benar-benar solid, profesional, modern, berwawasan kebangsaan, dicintai dan mencintai rakyat.

Berdasarkan situasi dan kondisi nasional saat ini, tugas TNI ke depan menjadi semakin kompleks. Reformasi TNI menyediakan lebih banyak waktu untuk membenahi dan menata diri serta menambah bobot intelektual bagi prajuritnya. Pemantapan jati diri TNI, merupakan keniscayaan yang harus dicapai oleh reformasi internal TNI. Jati diri bukan dimaknai sekedar sebagai exposed value atau nilai yang harus dipancarkan, melainkan menjadi sebuah believed system yakni sistem kepercayaan dan nilai yang membudaya bagi diri setiap prajurit dan institusi TNI.

Sistem kepercayaan atau sistem nilai itu bekerja menggerakkan prilaku prajurit dalam mengemban tugas pokoknya. Mengawal tiga aspek fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni menegakkan kedaulatan negara, mempertahan reformasi dan harus memberikan kontribusi dalam mengembangkan civil society dan demokratisasi, tanpa harus mengubah jati diri TNI.

Agenda politik utama reformasi sektor pertahanan adalah inisiasi visi politik transformasi militer menjadi institusi yang tangguh dan profesional dalam suatu tatanan negara demokratis. Visi ini menuntut rangkaian regulasi politik yang mengatur peran dan posisi TNI dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.