Beranda Headline Pengajuan Tahanan Kota Henry Gunawan Sakiti Rasa Keadilan

Pengajuan Tahanan Kota Henry Gunawan Sakiti Rasa Keadilan

147
0
Demo pedagang Pasar Turi.

SIAGAINDONESIA.COM Ketua tim pembela Henry Gunawan, Yusril Ihza Mahendra mengajukan penangguhan penahanan dari tahanan negara menjadi tahanan kota terhadap kliennya.

Sebelumnya Henry Gunawan meringkuk di tahanan selama 63 hari sejak ditahan kejaksaan 8 Agustus lalu. Hal ini tampaknya membuat Henry Gunawan gerah. Namun permintaan pengalihan status tahanan belum direstui oleh ketua Hakim Anne Rusiana.

“Kami pelajari dulu,” kata hakim Anne melalui dalam sidang lanjutan yang batal digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (10/10/2018).

Sejumlah pedagang  Pasar Turi bahkan mendesak agar hakim Anne tidak mengabulkan permintaan tersebut. Suchaimi, salah satu pedagang Pasar Turi yang hadir di persidangan mengancam akan mengerahkan demo besar-besaran ke PN Surabaya sebagai dukungan moril pada hakim Anne untuk menolak peralihan status tahanan bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) tersebut.

“Jangan lupa, hakim Anne ini pernah dilecehkan di persidangan. Yusril pernah meminta pergantian hakim dan saya tidak setuju Henry ditangguhkan. Kami akan kerahkan pedagang untuk support hakim supaya tidak mengalihkan tahanan Henry,” kata Suchaimi.

Senada, Ketua Perhimpunan Pedagang Pasar Turi Taufik Al Djufri menyebut penangguhan penahanan Henry Gunawan sangat mencederai rasa keadilan di masyarakat bawah, khususnya pedagang Pasar Turi.

“Di saat semua penegak hukum sudah profesional melayani masyarakat lalu ada yang melecehkan hukum dan rasa keadilan masyarakat ya kami akan lawan. Henry sudah 2 kali divonis salah oleh PN Surabaya, dimana di kasus Pasar Turi sudah divonis 2,5 tahun, lalu jika nantinya dikabulkan melenggang keluar Rutan maka jelas rasa keadilan akan tersakiti. Kami akan menunjukkan ketegasan sikap jika hal ini terjadi,” ungkap Taufik.

Untuk diketahui, tertundanya sidang lanjutan perkara ini dikarenakan tidak hadirnya dua saksi fakta yang sedianya akan didengarkan keterangannya pada sidang hari ini. Dua saksi fakta itu adalah Paulus Welly Affandi alias Weifan dan Totok Lusida.

Weifan sedianya diminta kesaksiannya terkait pembuatan notulen kesepakatan tanggal 13 sept 2013 yang menyatakan janji Henry Gunawan kepada Teguh Kinarto mewakili PT Graha Nandi Sampoerna (GNS) untuk mengganti saham PT GBP.

Henry menjanjikan keuntungan kepada pelapor berupa cek senilai Rp 120 miliar dan bangunan pergudangan senilai Rp 120 miliar. Dalam hal ini peran Weifan adalah sebagai mediator atas kesepakatan tersebut.

Sedangkan Totok Lusida sedianya diminta kesaksiannya selaku salah satu kongsi terdakwa Henry dalam Joint Operation PT Gala Megah Investment, pemenang tender pembangunan dan pengelolaan Pasar Turi.

Ketidakhadiran Wefan dan Totok Lusida dalam sidang sempat membuat Yusril kecewa. Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini mengaku tak mau keterangan kedua saksi fakta itu hanya dibacakan BAP nya.

Atas hal itu, hakim Anne memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis untuk menghadirkan kembali kedua saksi tersebut pada persidangan yang sedianya akan digelar pada  Senin (15/10) mendatang.man/nv

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here