Beranda News Deklarasi Pemilu Damai

Deklarasi Pemilu Damai

81

SIAGAINDONESIA.COM Partai politik peserta Pemilihan Umum tahun 2019 di Kabupaten Magelang menyatakan sepakat untuk menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Disamping itu juga siap menciptakan Pemilihan Umum tahun 2019 yang bersih dan bermartabat, dan tidak akan menggunakan politik uang, menyebar fitnah, berita bohong dan menggunakan issue SARA.

Mereka juga akan tunduk dan patuh terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dan berjanji akan menyampaikan isi deklarasi ini kepada seluruh calon anggota legislatif di semua daerah pemilihan partai politik, calon perseorangan DPD, tim kampanye dan pendukung pasangan calon untuk dipedomani dan dilaksanakan.

Pernyataan sikap itu dideklarasikan bersama oleh para pimpinan partai politik peserta Pemilu dalam acara ‘Deklarasi Pemilu Damai’ yang digelar di Hotel Pondok Tingal Borobudur, Senin, 1 Oktober 2018 yang lalu. Deklarasi ini untuk menciptakan komitmen bersama dalam rangka mewujudkan Pemilihan Umum yang berdasarkan azas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Juga untuk mewujudkan Pemilu tahun 2019 yang damai, berkeadilan, bermartabat dan berintegritas.

Partai politik peserta Pemilihan Umum tahun 2019 di Kabupaten Magelang sebanyak 16 partai politik yaitu GOLKAR, PKS, NASDEM, PAN, PPP, PDIP, PKB, GERINDRA, DEMOKRAT, PBB, PERINDO, GARUDA, PSI, BERKARYA, PKPI dan HANURA.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang, M. Habib Shaleh SS menjelaskan, jumlah calon anggota legislatif yang melaksanakan kampanye Pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Magelang sebanyak 695 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 465 orang calon legislatif DPRD Kabupaten Magelang, 107 orang calon legislatif DPR RI, 2 pasang calon presiden RI, 91 orang calon anggota legislatif Daerah Pemilihan VIII DPRD Propinsi Jawa Tengah dan 32 orang calon anggota DPD RI. Dalam pelaksanaan kampanye, Bawaslu menghimbau kepada para pimpinan partai politik, calon anggota legislatif, tim sukses, tim kampanye, juru kampanye dan para simpatisan partai politik untuk mematuhi peraturan perundangan Pemilu yang ada.

“Tanpa adanya ketaatan pada peraturan kampanye, maka akan berpotensi muncul kericuhan dan konflik politik,” jelasnya. Masa kampanye Pemilu 2019 sudah dimulai sejak tanggal 23 September 2018 dan akan berakhir tanggal 13 April 2019, selama 203 hari atau enam setengah bulan.

Kepala Kepolisian Resor Magelang, AKBP Hari Purnomo menandaskan, Pemilihan Umum wajib hukumnya dilaksanakan secara aman, damai, nyaman, sejuk dan kondusif. Dua kunci sukses dalam pelaksanaan Pemilu, yang pertama adalah semua pihak yang terlibat dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara profesional sesuai dengan tugas masing-masing.

Yang kedua adalah, mensinergikan dari masing-masing pihak yaitu Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum, POLRI, TNI, kontestan Pemilu untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara profesional. Setiap permasalahan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan pesta demokrasi ini, bila tidak diantisipasi akan dapat memicu munculnya keributan atau pun kerusuhan yang sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat Kabupaten Magelang.

Para peserta Pemilu harus berpikir ribuan kali bila akan melakukan tindakan-tindakan atau perbuatan yang dapat mencederai pelaksanaan Pemilu 2019. Karena dampaknya akan merugikan masyarakat. Dia berjanji, jajarannya akan mendukung keamanan bagi petugas KPU dan Bawaslu dalam melaksanakan tugasnya.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin S.IP dalam sambutan tertulis yang disampaikan Pj. Sekretaris Daerah, Drs. Endra Endah Wacana MM mengatakan, masa kampanye pemilihan umum dengan rentang waktu yang cukup panjang berpotensi menimbulkan konflik horisontal yang dapat mengganggu kondusivitas, baik secara nasional mau pun daerah.