Beranda News Jadi Kurir Sabu 10,71 Gram, Kakek 4 Cucu Divonis 7 Tahun Penjara

Jadi Kurir Sabu 10,71 Gram, Kakek 4 Cucu Divonis 7 Tahun Penjara

91
Terdakwa Handoko Santoso bin Liem Djing Liong (tengah) Usai Sidang Menuju Ruang Tahanan PN Surabaya, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Seorang kakek 4 cucu, Handoko Santoso bin Liem Djing Liong harus menjalani masa tuanya dibalik teralis besi dalam kasus Narkotika jenis sabu-sabu. Majelis Hakim yang diketuai oleh R. Anton Widyopriyono, SH., MH., memjatuhkan hukuman (vonis) terhadap kakek 68 tahun ini selama 7 tahun penjara, denda 1 miliar serta subsider 3 bulan kurungan.

Selain Handoko, Majelis Hakim juga memvonis terdakwa Muhammad Satibi dengan kasus yang sama 7 tahun penjara. Sidang dengan agenda putusan (vonis) di Ruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (11/10/2018).

“Setelah menimbang dan bermusyawarah, kami majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Handoko Santoso bin Liem Djing Liong dan Muhammad Satibi masing-masing 7 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 1 miliar serta subsider 3 bulan kurungan apabila tidak bisa membayar denda,” kata Hakim R. Anton saat membacakan amar putusan, (11/10).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Basuki Wiryawan dari Kejati Jatim, yakni 10 tahun penjara, denda 1 miliar. Perbuatan terdakwa dinyatakan bersalah dan melanggar Pasal 114 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasus ini berawal pada 16 April 2018, terdakwa Handoko Santoso bin Liem Djing Liong dan terdakwa Muhammad Satibi ditangkap anggota Ditresnarkoba Polda Jatim di depan rumahnya di Jalan Kertajaya Gang 10 No.14 Surabaya. Terdakwa Handoko Santoso ditangkap saat hendak menerima 1 (satu) bungkus plastik berisi Narkotika jenis Sabu seberat kurang lebih 10,71 gram dari saksi Muhammad Satibi.

Sebelum transaksi berlangsung, pada 7 April 2018, sekira pukul 08.30 WIB terdakwa Aziz (DPO) lewat HP untuk memesan narkotika jenis sabu sebanyak 10 gram seharga Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Kemudian, Aziz menjanjikan narkotika pesanan terdakwa akan dikirim langsung ke rumah terdakwa pada 08 April 2018 sekira 13.00 WIB.

Keesokan harinya pada hari Minggu, 08 April 2018, sekitar pukul 12.30 WIB, terdakwa menerima telepon dari saksi Muhammad Satibi yang akan mengantarkan narkotika pesanan terdakwa sambil menanyakan alamat rumah terdakwa. Kemudian sekira pukul 13.00 WIB saksi Muhammad Satibi yang ditemani oleh saksi Fuad Hasan tiba di alamat yang dituju dan mereka bertiga bertemu di depan rumah terdakwa.

Terdakwa menerima bungkusan plastik berisi narkotika jenis sabu dari saksi Muhammad Satibi. Tapi sayangnya, pada saat itu juga perbuatan mereka tercium petugas Kepolisian dan diamankan. Dari hasil penggeledahan, Polisi menemukan 1 (satu) plastik berisikan narkotika jenis sabu seberat 10,71 gram dan 1 (satu) buah handphone untuk disita.

Saat setelah mendengar amar putusan dari Majelis Hakim, kedua terdakwa yang terlihat tidak didampingi kuasa hukum itupun langsung menerima putusan tersebut. (Ady)