Beranda Headline Maju Mundur Harga BBM Disebabkan Situasi Politik Eskalatif

Maju Mundur Harga BBM Disebabkan Situasi Politik Eskalatif

109
Foto ilustrasi.

SIAGAINDONESIA.COM Pemerintah mewacanakan kenaikan harga premium wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) dari Rp 6.550 menjadi Rp 7 ribu per liter, dan untuk kawasan luar Jamali kenaikan harganya dari Rp 6.400 menjadi Rp 6.900 per liter. Namun kemudian kebijakan ini dibatalkan satu jam setelah diputuskan.

Pimpinan Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisyam menilai ada sesuatu yang aneh di balik maju mundurnya kenaikan harga BBM jenis premium.

“Walaupun kebijakan tersebut (penaikan harga premium) dibatalkan, tetapi publik dapat menilai bahwa ada sesuatu di balik kebijakan tersebut,” kata Pimpinan Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisyam dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (11/10/2018).

Diungkapkan Ridwan Hisyam, dalam beberapa kali rapat dengar pendapat (RDP) dan rapat kerja (raker) dengan Komisi VII DPR RI, pemerintah selalu memberikan alasan alasan terkait kebijakan untuk tidak menaikkan harga premium selaku BBM khusus penugasan non subsidi.

Saat mengumumkan kenaikan harga BBM, Menteri ESDM RI, Ignasius Jonan menyampaikan alasan. Demikian pula ketika mengumumkan penurunan juga disertai alasan.

Dikatakan Ridwan Hisyam, Komisi VII akan memanggil Menteri ESDM guna menjelaskan secara komprehensif masalah tersebut.

Tetapi, karena jarak waktu antara kedua pengumuman itu sangat berdekatan, membuat publik pasti akan bertanya-tanya. “Apalagi situasi politik semakin eskalatif,” imbuh politisi Golkar ini.

Sementara di saat yang sama, Pertamina mengalami defisit yang semakin besar dalam penjualan premium, sudah hampir dua tahun terakhir ini. Hal ini karena kesenjangan biaya pengadaan yang lebih besar dibanding harga jualnya.

Terakhir pemerintah menetapkan harga premium terhitung mulai 1 April 2016, yaitu dari harga Rp6.950 per liter turun menjadi Rp6.550 per liter.

Saat itu, harga minyak dunia masih berada pada kisaran 37-45 Dollar AS. Sedangkan saat ini sudah mencapai 85 Dollar AS, naik dua kali lipat (100%) dari harga April 2016.nv