Beranda budaya Aksi Bersih Bersih Gunung Lawu Puluhan Relawan Peduli Alam

Aksi Bersih Bersih Gunung Lawu Puluhan Relawan Peduli Alam

316
0
Keterangan foto: Para relawan yang melakukan bersih bersih gunung lawu tiba di atas puncak Hargodalem./ Foto: Siagaindonesia.com

SIAGAINDONESIA.COM- KTH Gugah Alam Jawa Tengah bersama para relawan dan pencinta alam menggelar aksi bersih bersih gunung Lawu dimulai dari pos pendakian Candi Cetha sampai ke atas puncak gunung Lawu.

Menurut koordinator pelaksana bersih bersih gunung Lawu, Isa Anshori dari KTH Gugah Alam Jawa Tengah, kegiatan dilakukan sebagai upaya melestarikan alam gunung lawu. Alasan di laksanakanya aksi kata Isa, selama ini banyak sampah plastik berserakan di sepanjang jalur pendakian, jika hal itu di biarkan maka lambat laun akan mencemari kelestarian alam Lawu.

‘ sampah plastik sulit diurai secara alami bahkan sampai ratusan tahun masih mencemari lingkungan. Oleh sebab itu sampah plastik harus di ambil dan dibuang sebagaimana mestinya agar tidak mencemari serta mengganggu kelestarian alam lawu ‘ Kata Isa dalam keteranganya

Puluhan kantong plastik berukuran jumbo masing masing di bawa oleh para relawan untuk menampung sampah sampah plastik yang di pungut di sepanjang jalur pendakian.

Selama ini hutan Lawu kondisinya sangat mengkhatirkan sejak seringnya terjadi kebakaran hutan setiap tahun. Ribuan hektar lahan gundul menjadi hutan kritis yang membutuhkan kepedulian para pelestari lingkungan. Hal itu di perparah lagi dengan adanya pembalakan liar yang kerap dilakukan oleh oknum pejabat setempat dengan dalih membuka lahan pertanian dan destinasi wisata baru.

Keterangan foto : Sunardi ,ketua LMDH Ngudi lestari

Seperti di katakan oleh Sunardi, koordinator pariwisata Kabupaten Karanganyar sekaligus ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan ( LMDH ) Ngudi Lestari, yang resah dengan adanya pembukaan kawasan hutan seluas lapangan bola tak jauh dari situs candi kethek

” Belum lagi ijin pembangunan dari dinas terkait juga perlu di pertanyakan.’ Kata Sunardi menegaskan.

Menurut Sunardi menyoal nama jalur pamoksan Brawijaya dia menegaskan, tidak semudah itu kita mengklam sebuah situs sejarah hanya berdasarkan analogi mitos tanpa melalui kajian sejarah, agar tidak terjadi penyesatan sejarah bangsa di masa silam.

Keterangan foto : Pembangunan destinasi wisata baru di lereng gunung lawu yang berdekatan dengan situs candi kethek./Foto: siagaindonesia.com

Untuk menentukan nama sebuah situs cagar budaya, harus ada penelitian sertai kajian akademisi. Sehingga sejarahnya jelas serta bisa menjadi edukasi bagi para wisatawan yang datang berkunjung.

Situs sejarah yang diklaim pamoksan brawijaya kata Sunardi di kenal dengan nama ompak ompak. Karena berbentuk batu persegi seperti ompak penyangga.

Sunardi menambahkan pembukaan obyek wisata baru memang di perbolehkan dan harus di gali seluruh potensi wisata sebagai destinasi wisata baru, tetapi jangan sampai pembukaanya justru mengesampingkan kelestarian dan merusak nilai sejarah.yang sudah ada.

‘ Karena hakekat dari membuka destinasi wisata baru adalah mengekplorasi sumber daya alam sekaligus melestarikanya .’ Pungkasnya./jk