Beranda budaya Praktik Penipuan Keris Ngadeg Dukun Abal Abal

Praktik Penipuan Keris Ngadeg Dukun Abal Abal

293
0
Keterangan foto: Mpu Totok Brojodiningrat tengah memegang sebuah pusaka keris tangguh Kediri/ Foto: siagaindonesia.com

SIAGAINDONESIA.COM- Praktek jual beli pusaka keris ngadeg sampai saat ini masih menjadi modus menggiurkan  para mediator dan dukun abal abal untuk mencari keuntungan pribadi. Terjerumusnya orang orang mengikuti praktek tipsana tipsini  ini biasanya di awali dari rasa penasaran keinginan tahuanya ingin membuktikan kebenaran keberadaan pusaka yang dapat berdiri pada ujung bilah keris.

Namun tanpa ia sadari, rasa keingintahuan tersebut justru akan menjerumuskan mengikuti jejak para mediator mencari keberadaan keris yang dapat berdiri di atas kaca. Belum lagi bonus komisi duit yang di dapat dari hasil jerih payah para mediator dengan cara pembagian sigar semangka, semakin membuat orang awam tergiur. Akhirnya banyak orang mengikuti jejak para mediator, tak peduli ia harus mengeluarkan kocek dari kantong pribadinya untuk jalan kesana kemari mencari keberadaan pusaka keris ngadeg.

Sampai kapanpun keris tersebut tidak dapat ia temukan, karena praktek jual beli keris ngadeg sebenarnya hanyalah praktek abal abal untuk kepentingan perut belaka. Praktek ini semakin marak setelah para dukun abal abal menggunakan trik sulap bisa membuat keris berdiri di atas kaca hingga berjam jam.

Hal ini di ungkapkan oleh Mpu Totok Brojodiningrat, pemilik Padepokan Keris Brojodiningrat sekaligus pakar astrologi jawa petung pawukon. Dalam keteranganya kepada sicom, pakar pawukon yang kerap menjadi acuan para pejabat menentukan hari baik ini menjelaskan. Diakui benda yang memiliki kekuatan ghaib memang ada, tetapi tidak semua orang memilikinya.

keterangan foto: manuskrip arab pegon yang berisi tata cara membuat keris/foto: siagaindonesia.com

‘ Apalagi diperjualbelikan. Karena benda yang memiliki kekuatan ghaib tentunya memiliki sejarah kuat. Oleh sebab itu sampai kapanpun tidak mungkin di lepas apalagi di perjualbelikan. bahkan sampai mati sekalipun tetap akan di pertahankan. Jika tidak ada pewarisnya lebih baik di bawa mati. Hal itu menjadi filosofi spiritual masyarakat Jawa di dalam mengemban sebuah amanah’ Kata Mpu Totok Brojodiningrat

Dijelaskan oleh Mpu Totok Brojodiningrat beberapa kebohongan yang di lakukan dukun abal abal mencari keuntungan perut dengan modus keris ngadeg.

“Keris ngadeg di atas kaca adalah urusan perut yang diolah sedemikian rupa untuk modus penipuan sekaligus pembodohan masyarakat terhadap sebuah nilai mahakarya leluhur Nusantara,” Imbuhnya

Perilaku seperti itu kata Mpu Brojodiningrat, tidak hanya merusak narasi budaya Nusantara yang sudah diakui oleh dunia, tetapi juga sangat menyesatkan. Secara ilmiah, keris memang dapat berdiri karena keseimbanganya diproses sedemikian rupa sampai pada keseimbangan nol. Tetapi dapat berdiri bukan berarti ngadeg bertumpu pada ujung bilah yang lancip.

Keris ngadeg harus dibantu dengan warangkanya karena memang demikian dibuat oleh sang Mpu. Keduanya harus bersatu seperti dalam filosodi Jawa,’ Curiga manjing warangka ‘, konsep kemanunggalan keris dengan warangkanya yang di maknai kemanunggalan kawula gusti..

Praktek dukun abal abal saat mendirikan keris di atas kaca biasanya menggunakan peralatan gimmik (alat alat sulap) yang di buat secara khusus untuk pertunjukan. Menggunakan bantuan gimmick tidak hanya keris saja yang dapat berdiri tetapi pisau dapur, belati dan senjata tajam lainya juga dapat berdiri di atas kaca. Modus ini sama halnya praktek penarikan benda benda ghaib. Benda yang di tarik lebih banyak benda pasaran yang di jual murah di pasar seni, karena semua itu bagian dari praktek penipuan dukun abal abal.