Beranda Headline KRPK Beberkan Transkrip Percakapan Ihwal Surat Palsu KPK

KRPK Beberkan Transkrip Percakapan Ihwal Surat Palsu KPK

286
Demo massa KRPK di perempatan Lovi, Jalan Ahmad Yani, Kota Blitar, Kamis (25/10/2018). Massa mendesak polisi mengusut sumber surat palsu KPK,.

SIAGAINDONESIA.COM Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) berunjuk rasa mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas sumber surat palsu KPK untuk pemanggilan Bupati Blitar, staff PUPR Kabupaten Blitar, dan ketua DPRD Kabupaten Blitar.

“Kami menuntut polisi segera mengusut tuntas pembuat surat palsu, karena sumber foto surat palsu ini diketahui dari putra Kadin Kabupaten Blitar,” ungkap koordinator aksi Imam Nawawi, saat berunjuk rasa di perempatan Lovi, Jalan Ahmad Yani, Kota Blitar, Kamis (25/10/2018).

Imam mengatakan, bahwa Mohammad Trijanto sebagai terlapor mendapatkan foto surat palsu KPK dari seseorang bernama Yosi. Bahkan, sebelum surat palsu KPK beredar, Yosi yang diketahui kontraktor muda di Kabupaten Blitar ini sudah mengembuskan isu pada Trijanto, bahwa Bupati Blitar akan dipanggil oleh KPK.

Lanjut Imam, pihaknya memberikan bukti transkrip percakapan whatsapp yang telah menjadi bukti di penyidikan, di mana Yosi memberikan kabar bahwa Bupati Blitar dan salah satu staff PUPR dipanggil KPK. Percakapan ini terjadi pada 10 Oktober 2018, sebelum surat KPK beredar di kalangan penerimanya.

Bahkan saat itu, Trijanto juga menimpali bahwa ia tidak mengetahui gosip ini. “Wah nggak tahu aku. Maklum hanya rakyat jelata,” ungkap Imam menirukan isi percakapan Trijanto dengan Yosi.

Imam menambahkan, pada 11 Oktober 2018 sekitar pukul 09.33 WIB, Yosi mengirim foto surat KPK pada Trijanto melalui whatsapp. Saat itu Trijanto juga membalas percakapan ini dengan “hajar” dan “mantap hajar”.

Ia menilai kasus yang menimpa aktivis anti korupsi merupakan persoalan politik dan upaya kriminalisasi terhadap Trijanto.

“Kita berharap agar aparat penegak hukum fokus memburu siapa pembuat surat palsu KPK untuk pejabat di Kabupaten Blitar,” pungkas Imam.‎

Seperti diketahui, Pemkab Blitar melaporkan Trijanto sebagai penyebar berita palsu panggilan KPK. Bahkan Trijanto juga dilaporkan oleh Dedi Kurniawan sebagai pembuat surat palsu KPK.rb