Beranda budaya ‘Pawiyatan’ Panatacara dan Pamedharsabda Permadani Magelang

‘Pawiyatan’ Panatacara dan Pamedharsabda Permadani Magelang

422

SIAGAINDONESIA.COM – Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kota Magelang membuka ‘pawiyatan’ (pendidikan) ‘Panatacara’ dan ‘Pamedharsabda’ bagi warga masyarakat Kabupaten dan Kota Magelang. Pendidikan non formal ini untuk meningkatkan ketrampilan sebagai pembawa acara dan pidato dalam bahasa Jawa yang benar, juga untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia Indonesia, serta memperkuat jati diri dan kepribadian bangsa. Disamping itu, pawiyatan ini bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Magelang, dalam melaksanakan ‘Tri Karsa Budaya’ yaitu menggali, menggelar dan mengembangkan budaya Jawa sebagai pendukung budaya nasional.
Ketua Umum Dewan Pengurus Permadani Kota Magelang, Ir. Pamuji BRE, M. Eng Sc mengatakan, Budaya Jawa perlu dilestarikan, karena Budaya Jawa merupakan budaya adiluhung peninggalan leluhur. Budaya Jawa yang adiluhung ini sangat menarik perhatian bangsa manca, sehingga banyak bangsa manca yang belajar kebudayaan Jawa. Pendidikan panatacara dan pamedharsabda ini sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya Jawa. Permadani juga mendukung program-program Pemerintah Kota Magelang, khususnya program yang berkaitan dengan seni dan budaya Jawa. karena Permadani juga didukung oleh pemerintah daerah setempat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Sugeng Priyadi SE menjelaskan, pihaknya sangat mendukung kegiatan Permadani ini karena selaras degan tugas dan fungsi instansinya dalam upaya menggali dan mengembangkan budaya daerah. Kegiatan ini sangat berguna bagi warga masyarakat. Karena dengan pendidikan ini para siswa bisa mempelajari pengetahuan tentang budaya Jawa. Para siswa lulusan pendidikan ini diharapkan dapat menjadi panatacara atau berpidato berbahasa Jawa yang baik dan benar. Sebab jaman sekarang hanya tinggal sedikit generasi tua yang bisa berbahasa Jawa dengan baik dan benar. Padahal di tengah masyarakat, ketrampilan panatacara dan pidato berbahasa Jawa sangat banget dibutuhkan.
Kepala Pawiyatan Panatacara dan Pamedharsabda angkatan ke-XXVI Permadani Kota Magelang, ST. Sukiman menuturkan, pawiyatan ini merupakan pendidikan non formal bagi masyarakat guna meningkatkan ketrampilan sebagai panatacara dan pamedharsabda dengan baik dan benar. Penyelenggaraan pendidikan ini selaras dengan semboyan Permadani yaitu ‘Tri Niti Yogya’ (bobot sikeping agesang), yaitu hamemayu hayuning sasama, dados juru ladining bebrayan ingkang sae sarta sadhengah pakaryan tansah sageda ngremenaken tiyang sanes.
Pawiyatan ini selama enam bulan, dari tanggal 1 Nopember 2018 sampai 6 Mei 2019 dengan 53 kali pertemuan, yang dilaksanakan setiap hari Senin sore dan Jum’at sore di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang. Materi pawiyatan yaitu kepermadanian, budi pekerti atau tata krama, dasar-dasar kepanatacaraan, bahasa dan sastra Jawa, renggeping wicara, adat tatacara Jawa, ngadi sarira ngadi busana, tembang gendhing dan kerawitan, serta muatan lokal tentang sejarah Magelang dan seni budaya wayang purwa. Jumlah pesarta ada 53 siswa warga kota dan kabupaten Magelang yang berasal dari berbagai profesi seperti pegawai negeri, TNI/Polri, pegawai swasta, mahasiswa/pelajar dan warga masyarakat umum.
Para pengajar di pendidikan ini yaitu, Ir. H. Wiyoto dan H. Lukitosari (renggeping wicara), Ir. H. Pamudji BRE, M.Eng. Sc (tata krama/budi pekerti), Susilo Anggoro SE dan Dian Abdullah (kapanatacaran), Sri Hernanto dan Sariyem (bahasa dan sastra Jawa), Hasim Hasibuan dan ST Sukiman (adat tata cara Jawa), ST Sukiman dan Drs. Sunarto (tembang gendhing), R. T. Haryati Diningrum, Lukito Sari dan Dwi Indarti (Ngadi Sarira Ngedi busana).
Pembukaan pawiyatan ini pada hari Kamis Kliwon tanggal 1 Nopember 2018, di aula ‘Cendekia’ Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang. Acara ini dihadiri para pejabat dari instansi yang terkait dengan masyarakat dan budaya Jawa.- ASk