Beranda Bisnis Soal Infrastruktur dan Perumahan Rakyat, Jokowi dan Prabowo Perlu Hati Hati

Soal Infrastruktur dan Perumahan Rakyat, Jokowi dan Prabowo Perlu Hati Hati

106
Perlu hati hati libatkan BUMN dan Developer
Perlu hati hati libatkan BUMN dan Developer

SIAGAINDONESIA.COM Jika Pemerintahan baru pasca Pilpres 2019 nanti, berencana melakukan penunjukkan langsung Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk merealisasikan program-program Presiden pilihan rakyat, maka di perlukan kehati- hatian. Pasalnya pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat masih sangat diperlukan guna mengejar defisit pembangunan.

Hal ini diungkapkan Ketua Masyarakat Infrastruktur Indonesia (MII), Harun al-Rasyid Lubis, menanggapi visi misi dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung pada Pemilihan Presiden 2019. visi misi itu kedua paslon presiden itu di unggah di laman Komisi Pemilihan Umum ( KPU).

“Untuk nomor urut satu, Joko Widodo yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin, mempunyai tujuh penjabaran visi misi pembangunan di bidang infrastruktur dan perumahan rakyat. Sementara, untuk nomor urut dua yaitu Prabowo Subiantoro yang berpasangan dengan Sandiaga Uno, memiliki enam penjabaran tentang pembangunan infrastruktur dan perumahan dalam visi misinya,” jelas Harun Al-Rasyid Lubis, kepada media.

Lanjut Harun, keduanya berencana melibatkan BUMN dalam merealisasikan program percepatan pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat. Untuk Jokowi- Ma’ruf lebih mengarah pada percepatan dan pemerataan pembangunan guna menumbuhkan sentra ekonomi baru bagi masyarakat.

Pelibatan BUMN, BUMD, dan pihak swasta dari paslon Jokowi-Ma’ruf, masih kata Harun Al-Rasyid, lebih mengedepankan pengembangan skema pembiayaan kreatif dan inovatif.
Sementara paslon Prabowo-Sandi ingin melibatkan BUMN dan swasta dalam rangka penyediaan rumah rakyat, khususnya rumah susun (rusun),”papar Harun Al-Rasyid.

“Yang patut diperhatikan oleh pasangan calon Presiden ini adalah kehati-hatiannya dalam penunjukkan langsung BUMN, BUMD, maupun pihak swasta. Apakah para BUMN,BUMD dan Swasta itu benar-benar siap dan kredibel. Hal ini untuk menghindari resiko tidak membengkaknya anggaran negara dan outputnya transparant bisa di lihat oleh masyarakat,”tandas Harun.

Alangkah lebih baik, lanjut Harun Al-Rasyid, diciptakan iklim kompetisi untuk memastikan harga terbaik. Jadi perlu disiapkan berbagai strategi agar banyak investor yang tertarik mendanai proyek infrastruktur dan pembangunan perumahan guna kesejahteraan rakyat Indonesia.

Menurut Harun Al-Rasyid, salah satu cara pencapaian target pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat adalah dengan membuat grand design program terperinci dan berimbang dalam jangka panjang. Dalam artian, pembangunan tidak hanya di fokuskan di Pulau Jawa saja, melainkan Pulau pulau lain di wilayah Indonbesia tengah hingga Indonesia Timur perlu diperhatikan.

“Untuk Infrastruktur dan perumahan rakyat di Pulau Jawa memang hampir merata lah. Jadi kalau mau di lanjutkan maka jangan sampai membebani APBN maupun APBD secara berlebihan. Selain itu, pemanfaatan komponen dalam negeri juga harus di utamakan agar roda perekonomian masyarakat terus bergerak,”tegas Harun.cd