Beranda News Ngaku Wartawan, Mobil Teman Sendiri Digadaikan

Ngaku Wartawan, Mobil Teman Sendiri Digadaikan

89
Terdakwa Jefri Yulianto Saat Diadili, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Jefri Yulianto, terdakwa kasus penggelapan mobil kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (7/11). Pada persidangan, pria ini ngotot kepada hakim bahwa dirinya berprofesi sebagai wartawan.

Sidang yang beragendakan keterangan saksi digelar di ruang Garuda 1 PN Surabaya, dipimpin oleh Majelis Hakim Dwi Purwadi, SH., MH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum yang menangani kasus ini adalah Sukisno dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Dua orang saksi korban yang dihadirkan dalam persidangan, yakni Wayan dan Ninik. Mereka berdua merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang mobilnya digelapkan terdakwa dengan modus meminjam mobil kepada korban untuk dijalankan bisnis taksi online, malah berujung digadaikan ke orang lain.

Dalam kesaksiannya, mobil Suzuki Ertiga warna abu-abu metalik tahun 2015 bernopol L-1772-MA mengatakan kejadian itu sekitar bulan Februari 2018, terdakwa Jefri Yulianto mendatangi dirinya untuk minta pekerjaan, agar mobil milik Ninik (istri Wayan, red) untuk bisnis taksi online (Grab).

“Ketika mendekati hari raya Iedul Fitri, saya minta sama Jefri untuk mengembalikan mobilnya karena hendak digunakan untuk mudik lebaran. Tapi ketika saya hubungi selalu beralasan saja, malah lama-lama ga bisa di hubungi,” kata Ninik, (7/11).

Saksi Wayan juga menambahkan bahwa ketika dirasa sudah tidak bisa di toleransi lagi, Wayan kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Wonokromo Surabaya.

Wayan yang juga bekerja sebagai sales property tersebut mengaku bahwa dirinya justru mengetahui bila mobil miliknya tersebut sudah digadaikan oleh terdakwa setelah mendapat informasi dari penyidik kepolisian.

“Saya tahunya dari Penyidik Polsek Wonokromo, kalau mobil saya itu di gadaikan sama Jefri ke Sopian.” tutur Wayan.

Terdakwa Jefri Yulianto diketahui telah menggadaikan mobil Ertiga tersebut kepada Sopian (berkas terpisah) sebesar 15 juta rupiah. Sekitar 7 bulan lamanya di tagih untuk mengembalikan mobil milik Wayan dan Ninik, terdakwa selalu berkelit dan banyak alasan.

Bahkan menurut informasi yang di dapat, terdakwa tersebut sudah sering kali menggadaikan mobil milik kenalannya. Atas perbuatan yang telah dilakukan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum mendakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP. Ady