Beranda aneka Rahasia Jamu Iboe Pertahankan Eksistensi

Rahasia Jamu Iboe Pertahankan Eksistensi

247
0

SIAGAINDONESIA.COM Nama jamu Iboe sebagai produsen jamu Nasional cukup moncer dan bertahan hingga sekarang. Selain kualitas, ada peran Marketing Communication dan Public Relation dalam mengolah popularitas jamu agar tak lekang zaman.

“Salah satu yang kami lakukan saat ini adalah mengajak kaum millenial menjadikan minum jamu sebagai life style,” terang Perry Angglishartono, Product Group and PR Manager PT Jamu Iboe Jaya, Kamis (13/12/2018), ketika didapuk menjadi pembicara dalam event Perhumas Surabaya Goes to Campus. Ajang ini dikemas dalam program Studium Generale Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya.

Perry melanjutkan, jamu harus masuk ke life style agar bisa diminum kapan saja, seperti halnya kopi atau teh. Langkah konkritnya, Jamu Iboe membuat outlet kekinian dengan menyajikan kemasan jamu yang lebih modern.

Potensi perkembangan jamu dinilai masih mumpuni, terlebih bagi kalangan anak muda. Salah satu cara yang dilakukan oleh Jamu Iboe adalah meregenerasi produknya sesuai dengan target market.

“Perusahaan jamu harus bisa meregenerasi produknya, otomatis cara menjual dan tempatnya juga harus diregenerasi,” terang Perry yang juga pengurus Perhumas tersebut.

Mengusung hastag #jamubrandindonesia, Jamu Iboe ingin mengajak kaum millenial agar lebih mencintai produk jamu, salah satunya mengeluarkan produk modern Iboe Natural Drinks.

Ia melanjutkan, karena di era ini perusahaan jamu dihadapkan pada empat masalah. Di antaranya persepsi, regenerasi, sosialisasi, dan regulasi.

“Persepsi tentang jamu yang pahit dan kuno, akan mempengaruhi proses regenerasi pengusaha, outlet, dan konsumen,” jelasnya dihadapkan mahasiswa Uwika yang terlihat antusias menyimak sejarah eksistensi Jamu Iboe.

Tidak hanya itu saja, Perry beserta Perhumas juga mengedukasi mahasiswa tentang pentingnya posisi Marcom dan Public Relation dalam suatu perusahaan, mengusung tema “Marketing Communicaation and e-PR, More Than Just Caption and Speaking Sweet”, untuk membongkar paradigma dalam bidang Marcomm dan Public Relation.

“Kedatangan saya sekaligus untuk memberi inspirasi Marketing Communication kepada mahasiswa Uwika,” tambahnya melanjutkan.

Dalam kesempatan yang sama, pengurus Perhumas, You One Ariestya Niovitta, mengatakan, bahwa media online/media sosial sebagai sarana komunikasi kepada publik masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Dan sebagian besar pelaku pemasaran masih mengandalkan komunikasi persuasif yang ‘manis’ dan kurang mengedukasi publik.

“Harapan dengan adanya kegiatan Perhumas Goes to Campus ini kami dapat menguraikan hal tersebut dan memberikan pemahaman mendalam kepada para peserta, khususnya kepada mahasiswa Uwika mengenai peran dan profesi Marcomm dan Public Relation,” ungkap wanita cantik tersebut.Pak_Dik