Beranda featured Jokowi, Jengkol, dan Pete

Jokowi, Jengkol, dan Pete

663
0

Menurut Rusli, petani sawit dapat tertolong jika pemerintah membeli hasil produksi mereka dengan nilai wajar. Ia mengatakan minyak sawit itu dapat dialihkan menjadi bahan bakar biodiesel, dan hal itu terbukti kendati masih terjadi polemik terkait dana pungutan.

Namun sepanjang Januari-Juni 2018, BPDP-KS diketahui telah menyalurkan dana peremajaan kelapa sawit sebanyak Rp 288 miliar untuk meremajakan 12.063 hektare lahan sawit milik 5.384 petani sawit rakyat.

Selain untuk aktivitas peremajaan tanaman, dana pungutan juga digunakan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit. BPDP-KS menyebut telah memberi pelatihan kepada 4.529 orang petani, 813 anak petani, 930 guru, serta 540 anggota koperasi sepanjang 2016 sampai semester I 2018. Pada periode yang sama, beasiswa afirmasi juga diberikan kepada anak petani sawit rakyat sebanyak 720 orang untuk ikut diploma perkelapasawitan.

Dana riset juga mencatat telah disalurkan untuk 115 penelitian untuk medio 2016 sampai Juni 2018 yang dilakukan 37 universitas atau lembaga riset. Hasilnya, 101 publikasi ilmiah, 11 paten, serta 3 buku yang berhasil dikeluarkan.

Dengan strategi ini, pemerintah sebenarnya secara tidak langsung menekan pengeluaran untuk impor minyak mentah.  Pasalnya, sawit bisa digunakan untuk campuran solar. Sehingga kebutuhan minyak yang menjadi salah satu penyebab defisit anggaran nasional semakin kecil.

Saat ini yang seharusnya dilakukan pemerintahan Jokowi adalah petani dan pengusaha kebun sawit butuh sebuah kebijakan untuk bisa mencari jalan agar harga-harga sawit bisa kembali ke harga tinggi. Bukan malah masyarakat yang harus diminta beradaptasi dengan kondisi pasar yang membuat harga sawit jatuh. Itu namanya solusi yang tak solutif.nya