SIAGAINDONESIA.COM Berdasarkan rekomendasi beberapa tokoh agama beberapa waktu yang lalu meminta Pemerintah untuk menutup Cafe dan Karaoke Maxi Brillian yang ada di Jalan Lawu Kota Blitar. DPRD Kota Blitar sepakat dengan kesepakatan tokoh agama untuk memberikan rekomendasi untuk penutupan Maxi Brillian yang sudah beroperasi hampir 15 tahun.

Rekomendasi penutupan ini diajukan tokoh agama dan diberikan DPRD Kota Blitar karena beberapa waktu yang lalu Cefe dan Karaoke karena telah diketahui menyediakan jasa esek-esek. Ini terbukti dengan digrebeknya Maxi Brillian oleh Polda Jatim. Ada dua orang yang diamankan Polda Jatim dari karyawan Maxi Brillian.

“Ini sesuai tuntunan warga masyarakat, DPR sudah merekomendasikan dan dikirim ke walikota, harusnya pemerintah kota memberikan tindakan tegas, mencabut izinnya,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Agus Zunaidi, Jumat (21/12).

Menurut Agus, rekomendasi untuk penutupan ini merupakan amanat rakyat melalui DPRD, sehingga pemerintah Kota juga harus melakukannya. Tidak hanya Maxi Brillian, Agus juga meminta semua Cafe dan Karaoke yang ada di Kota Blitar untuk ditutup.

“Semua kemarin rekomnya untuk semua karaoke karena indikasi cafe dan karaoke yang lain juga melanggar, seperti menyediakan miras dan Ladies Companion (LC),” tegas Agus.

Tegas Agus di Kota Blitar tidak ada tempat yang memenuhi persyaratan untuk menjual miras. Menurutnya, hanya hotel berbintang yang boleh menjual miras sesuai dengan peraturan menteri perdagangan. “Kalian tahu, disini tidak ada tempat yang memenuhi syarat itu,” jelasnya.

Menanggapi rekomendasi ini, Wakil Walikota Blitar, Santoso mengaku sudah menerima rekomendasi dari tokoh agama dan DPRD. Hasil rapat dengan tim teknis, Pemkot Blitar mencabut izin dari Cafe Brillian.

Santoso menjelaskan, bahwa Maxi Brillian melanggar peraturan daerah (Perda) ketentraman dan ketertiban umum, sehingga meminta Satpol-PP untuk melaksanakan Perda tersebut. “Salah satu sanksi pada Maxi Brillian dengan mencabut izin, secara otomatis operasional tidak bisa,” ungkapnya.

Sementara pada sejumlah cafe dan karaoke yang lain, masih akan mengevaluasi ada tidaknya pelanggaran. Tidak menutup kemungkinan apabila ada pelanggan akan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.rob