Beranda featured Kenapa Saham Freeport Baru Dibeli Sekarang?

Kenapa Saham Freeport Baru Dibeli Sekarang?

262
0

“Maka saat itu kami bersama pak Sudirman Said bersikap bahwa solusi efektif keberlanjutan kontrak Freeport adalah melalui perundingan,” tulisnya.

Kultwit lengkap Said Didu:


Said memang mengakui dirinya punya pandangan berbeda terkait akuisisi Freeport. Pasalnya, pengambilalihan saham Freeport ada potensi menimbulkan permasalahan bagi PT Inalum dalam jangka pendek.

Inalum dinilai tidak memiliki keuangan yang cukup untuk membayar utang baik pokok dan bunga.

“Untuk membeli 51% saham Freeport, Inalum sudah utang US$ 4 miliar. Lalu Inalum akan pinjam lagi untuk membangun smelter dan tambang bawah tanah. Dengan kondisi seperti ini, pada 2019 Inalum berpotensi mengalami kesulitan keuangan,” kata Said, Jumat (28/12/2018).

Jika kondisi seperti ini, lanjut Said, ada kemungkinan Inalum akan meminta porsi dividen yang lebih tinggi kepada anak usaha seperti, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS).

“Ujung-ujungnya, dividen untuk setoran ke negara menjadi berkurang karena membayar utang,” kata Said.

Menurut Said, transaksi pembelian 51% saham tersebut cenderung menguntungkan Freeport McMoRan. Apa saja yang keuntungan yang didapat Freeport, Said membeberkan:

Pertama, mendapatkan kepastian operasi hingga 2041. Kedua, dapat uang tunai US$ 4 miliar dari penjulan 51% saham. Ketiga, mendapatkan kepastian pengelolaan tambang. Keempat, mendapat kepastian pajak. Kelima, denda atas kerusakan lingkungan hidup tidak dikenakan.

“Sementara, pemerintah Indonesia tidak mendapatkan keuntungan maksimal dari pembelian Freeport. Jadi kita jangan euforia sesaat saja,” kata Said.

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memuji serial cuitan Said Didu di akun twitter pribadinya.

SBY mengaku baru membaca kultwit Said Didu yang menjelaskan divestasi saham Freeport tersebut. “Penjelasan yang sangat informatif, utuh, mendidik, fair dan balanced,” tulisnya di akun twitter @SBYudhoyono, Jumat (28/12/2018) sore.

SBY menilai mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu, secara implisit juga mengatakan setiap pemerintah ingin menetapkan pilihan yang tepat dan berbuat terbaik bagi bangsa dan negaranya.

Karenanya, lanjut dia, Said Didu tak mau dan tak gegabah menyalahkan kebijakan pemerintah manapun, termasuk pemerintahan Pak Harto, SBY, dan Pak Jokowi.

“Saya menaruh rasa hormat. Bapak Said Didu telah ambil risiko dengan telling the truth. Saya tahu iktikad Bapak baik. Tuhan, Allah SWT mencatatNya,” lanjut SBY.

Atas sikap kritisnya terkait akusisi 51 persen saham Freeport Indonesia oleh pemerintah, memunculkan spekulasi alasan Said Didu dicopot sebagai komisaris di PT Bukit Asam Tbk (PTNA).

Ya, pada Jumat (28/12/2018) pagi, Said Didu dicopot dari jabatan tersebut melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PTBA. Dalam surat PTBA disebutkan, Said Didu diberhentikan dengan alasan sudah tidak sejalan dengan aspirasi dan kepentingan Pemegang Saham Dwi Warna. Pemegang Saham Dwi Warna adalah pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN.nya