Beranda News Nasi Boran Makanan Khas Lamongan Surganya Para Pecinta Kuliner

Nasi Boran Makanan Khas Lamongan Surganya Para Pecinta Kuliner

233
0

SIAGAINDONESIA.COM Lamongan dan kuliner, sepertinya adalah dua nama yang tak bisa dipisahkan.  Bagi anggota DPRD Jatim asal Lamongan  Ahmad Firdaus, mendengar nama soto ayam, tahu campur, pecel lele, atau seafood biasanya kata Lamongan selalu mengikuti dibelakangnya.

“Kalo Anda pasti sudah kenal soto ayam dan tahu campur atau pecel lele yang termasyhur,  ini karena karena sudah ada warung tendanya dari sabang sampai Merauke. Bahkan makanan khas Lamongan ini sudah  sampai lintas negara, meski hanya di Timor Leste.
Dan mayoritas yang dicantumkan pasti nama Lamongan kalau ada warung tenda yang menyajikan pecel lele,” kata Anggota DPRD Jatim asal Lamongan  sambil terkekeh.

Sebagai warga asli Lamongan Firdaus merasa bangga dengan kemahsyuran kota kelahirannya di dunia kuliner. Politisi  Gerindra ini bahkan mengajak penulis tebak tebakan tentang makanan khas Lamongan yang rasa dan teste nya sangat istimewa. “Ada lagi nasi yang juga khas Lamongan. yang nasinya di taruh ditempat yang sangat khas , Anda tahu nggak ? ” tanyanya.

Lantas Firdaus menyebut nama yang cukup unik, Nasi Boran. “Ini nasi hangat yang ditempatkan di wadah dari anyaman kayu yang disebut Boran. Lauknya beragam, dari lauk ayam, bandeng, gabus, udang sampai ikan sili (ikan air tawar yg bentuknya pipih) terhampar di campuran bumbu sambel yg menggiurkan lidah. Ada gorengan telur, empuk  dari terigu, serta peyek kadang ditambah urap urap dan campuran bumbu lainnya. Kalau lidah sdh pernah kesenggol rasanya, tentu pingin kembali mencobanya,” kata Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi B DPRD Jatim ini berpromosi.

Pria yang selalu ramah dengan semua orang ini menambahkan nasi ini menjadi menu utama  orang rantau dari Lamongan saat mudik hari raya.  ‘Nasi ini menjadi sasaran pertama kerinduannya, pada makanan khas kampung  halaman” tambahnya.

Tak susah mencari Nasi Boran ini, pagi dan sore sampai malam banyak bertebaran orang menjual Nasi Boran ini di sekeliling Lamongan kota, “Tinggal pilih yg cocok di mana,” kata Firdaus meyakinkan.

Menu khas tradisional Lamongan itu sumbernya ada di beberapa dusun di desa Sumberejo, Kec. Lamongan. Mayoritas penjualnya berasal dari desa di sebelah selatan perumnas Made ini.

Meksi menu khas Nasi Boran ini sudah berlangsung turun temurun sudah sekian generasi, namun masih lestari. ‘Dan kami semua, yang lahir dan besar di Lamongan punya tanggungjawab menjaga pusaka kuliner ini,” tegasnya

Ach. Firdaus selaku wakil rakyat dari Lamongan sering diundang dalam tasyakuran sedekah bumi di “kampung nasi Boran”

Firdausi berharap ada formula teknologi untuk menjaga makanan ini bisa di ekstrak sehingga bisa disimpan beberapa hari untuk dikonsumsi seperti halnya -sachet mie soto Lamongan- yang sudah beredar luas. “Sebab banyak warga Lamongan di rantau yang pas pingin bingung mencarinya. Kalau saya cuma ke Surabaya gampang, sore beli rantangan di Lamongan malam masih bisa disantap ramai ramai di rumah. Nah mereka yang di Jakarta, agak susah” ulas Firdaus.

Karena itu kata pria yang tiga periode dipercaya menjadi wakil rakyat dari Lamongan Gresik ini, sudah waktunya dibuat formula instan Nasi Boran.
“Karena menu tradisi yang sudah tiap tahun di lomba kan di event event  acara di Lamongan harus dikreasikan sehingga bisa lebih awet, namun tetap sedap di santap,” Harap Firdaus sambil berpantun.   Nasi Boran lauknya ikan Sili, cukup sekian terima kasih. Nang