Beranda Headline Kapolda Jatim Ungkap Peran Mucikari Jaringan Prostitusi Online

Kapolda Jatim Ungkap Peran Mucikari Jaringan Prostitusi Online

335
0
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan Pimpin Rilis Kasus Prostitusi Online Di Mapolda Jatim, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Dua tersangka yang berperan sebagai mucikari dalam kasus prostitusi online di Surabaya adalah Endang (37) dan Tantri (28) asal Jakarta Selatan. Dalam rilisnya Senin (7/1/2019), Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan membongkar peran yang dibagi oleh para tersangka ini.

“Endang bertugas menghubungkan antara artis atau model dengan pelanggan. Sementara Tantri itu bagian yang menerima transaksi pembayaran,” kata Luki di Mapolda Jatim, Senin (7/1/2019).

Setiap kali pemesanan masih kata Luki, pelanggan lebih dulu mentransfer 30 persen dari total tarif jasa layanan seks komersial yang telah disepakati sebelumnya melalui media sosial kepada Tantru. “Sisanya akan dibayar usai layanan seks terpenuhi,” lanjutnya.

Para pelanggan jasa seks artis dan model ini berasal dari berbagai kalangan mulai pengusaha hingga pejabat. Selain dua tersangka sebagai mucikari yang mengendalikan jaringan prostitusi online ini, ada sekitar 45 artis dan 100 model yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

“Tim penyidik sudah melakukan pengembangan bukan hanya dua, ada 45 semuanya artis, oknum artis yang terlibat langsung di bawah kendali dua mucikari ini dengan tugasnya masing-masing,” kata Kapolda Jatim, Senin (7/1/2019).

Selain 45 artis Indonesia, Kapolda juga menyebut sedikitnya ada 100 model yang juga terlibat dalam bisnis prostitusi ini. Mereka, kesehariannya berprofesi sebagai model sampul di sejumlah majalah terkenal serta bintang iklan. Nama-nama artis serta foto mereka pun telah dikantongi pihak kepolisian.

“Dari model ini, nama-nama sudah ada 100 nama. Model majalah terkenal, iklan dan lain-lain. Nama-nama sudah kita pegang semuanya,” kata Luki.

Semua artis dan model yang diduga terlibat bisnis prostitusi online dengan mucikari Endang (37) dan Tantri (28) ini, nantinya akan diperiksa oleh penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim untuk kepentingan penyelidikan.

Terkait bayaran, tiap artis dan model ini memiliki nilai tarif layanan jasa seks komersial bervariasi. Hal itu menurut Kapolda, tergantung dari tingkat kepopuleran yang dimiliki.

“Transaksinya ada yang Rp 100 juta, Rp 80 juta, Rp 50 juta hingga paling kecil Rp 25 juta,” tutupnya.

Sebelumnya Anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek sebuah kamar hotel di Surabaya yang dijadikan ajang prostitusi online yang melibatkan selebritas pada Sabtu (5/1/2019) sekitar pukul 12.30 WIB.

Ada dua artis cantik terciduk saat melayani tamu dalam kamar hotel. Kedua artis tersebut adalah Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila, yang dikenal sebagai artis FTV dan model majalah dewasa. Tarif kencan artis Vanessa mencapai Rp 80 juta. Sedangkan, model majalah dewasa Avriellya Shaqqila sekitar Rp 25 juta sekali kencan. Ady