Petugas Gabungan menyegel Cafe dan Karaoke di Kota Blitar

SIAGAINDONESIA.COM Pemerintah Kota Blitar akhirnya tegas melaksanakan rekomendasi Forum Ormas Islam (FOI) Blitar Raya yang terdiri dari Banser, FPI, KOKAM, Pemuda Muhammadiyah dan NU, se-Kota Blitar dan DPRD Kota Blitar untuk menutup seluruh cafe dan karaoke yang ada di Kota Blitar. Penutupan dilaksanakan pada Rabu (09/01). Penutupan ini dilakukan oleh Satpol PP Kota Blitar yang diikuti oleh FOI Blitar Raya, TNI, dan Polri.

Penutupan dengan menempelkan segel stiker berukuran 40×50 cm di pintu dan lobi cafe dan karaoke. Bahkan petugas juga menempelkan spanduk berupa pemberitahuan bahwa cafe dan karaoke ini disegel oleh Pemkot Blitar.

Ada sembilan kafe dan karaoke yang ditutup dyakni, Karaoke Gurami, Kafe 999, Karaoke Traffic Light di Hotel Puri Perdana, Karaoke di Hotel Grenn Mension, Karaoke Jojo, Karaoke Vivace, Kafe Next, Kafe Mega dan Maxi Brilian

“Ini tindak lanjut dari keputusan pemerintah Kota Blitar, bahwa untuk seluruh cafe dan karaoke yang ada di Kota Blitar kita tutup untuk keperluan evaluasi perizinannya, operasionalnya, bangunannya,” ungkap PLT Kasatpol PP Kota Blitar, Juari disela-sela penutupan cafe dan karaoke, Rabu (09/01).

Penutupan ini dilakukan selama satu minggu ke-depan, hingga jadwal evaluasi selesai. Menurutnya, jika dalam evaluasi ini nanti ditemukan pelanggaran, maka Cafe dan Karaoke tersebut akan ditutup untuk selamanya.

Selama penutupan ini, petugas dari Satpol PP Kota Blitar akan memeriksa satu persatu rumah karaoke. “Apabila ada yang kedapatan tetap buka, akan kami lakukan tindakan tegas untuk menutup selamanya dan izinnya akan kami cabut,” ancam Juari.

Sementara itu, Ketua FOI Kota Blitar, Akbar Harir mengatakan, bahwa penutupan Cafe dan Karaoke ini sebagai bukti Pemerintah Kota Blitar menertibkan Cafe dan Karaoke yang dinilai menjadi tempat prostitusi terselubung. Tidak hanya itu, cafe dan karaoke ini juga menyediakan minuman keras.

“Kalau saya melihat, masyallah, tempatnya seperti Dolly yang pindah ke Blitar,” ungkap Akbar.

Akbar menegaskan, akan terus mengawal penutupan cafe dan karaoke ini. “Akan kita kawal bersama-sama dan terus kita awasi, kalau ada yang tetap buka akan kita tutup paksa,” tegasnya.

Penutupan seluruh cafe dan karaoke ini merupakan buntut dari adanya pengerebekan di Maxi Brillian oleh Polda Jatim, karena ada kegiatan prostitusi terselubung di dalamnya. Polda Jatim telah mengamankan dua tersangka dalam kasus ini.