Kasi Bantuan Pembangunan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar, M Taufik

SIAGAINDONESIA.COM Penerimaan anggaran dari Dana Desa (DD) disejumlah desa di Kabupaten Blitar dipastikan menurun. Padahal, tahun ini ada kenaikan DD yang diberikan Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Blitar.

Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar, pada 2019 ini DD di Kabupaten Blitar mencapai Rp 185.804.655.000,- sedangkan 2018 lalu hanya Rp 163.105.009.000,-.

“Jadi total keseluruhan memang naik. Tapi penerimaan di sejumlah desa ada yang turun karena tahun ini sistem penghitungannya berbeda,” kata Kasi Bantuan Pembangunan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar, M Taufik, Rabu (09/01).

Lebih lanjut Taufik menjelaskan, penghitungan penerimaan DD tahun lalu, yakni berdasarkan alokasi dasar, afirmasi, dan formula (kepadatan penduduk, luas wilayah, kesulitan geografis). Untuk tahun ini, afirmasi atau penghitungan dengan memperhatikan status desa tertinggal dan desa sangat tertinggal, serta yang memiliki jumlah penduduk miskin tinggi tidak masuk.

“Selain tidak adanya penghitungan afirmasi, besaran alokasi dasar juga menurun. Namun beberapa desa juga ada yang naik, angkanya berkisar antara Rp 60 – 80 juta,” ujarnya.

Taufik menuturkan, beberapa diantara desa yang ada afirmasinya seperti di Kecamatan Wates yakni desa Tugurejo, Kecamatan Wlingi di desa Ngadirenggo, Tegalasri, dan Balerejo, serta Kecamatan Panggungrejo didesa Kalitengah.

“Kalau penerimaan DD terbesar tetap.di Sidorejo Ponggok, dimana tahun ini mendapat sekitar Rp 1,1miliar. Sedangkan terendah didesa Tawangrejo Kecamatan Wonodadi sekitar Rp 650 juta,” paparnya.

Taufik menambahkan, pencairan tetap menggunakan 3 tahap, pertama 20 persen, kedua 40 persen, dan ketiga 40 persen.had