Beranda aneka Tergugat Pasal Pemalsuan, Fredie Tan Dua Kali Mangkir Sidang

Tergugat Pasal Pemalsuan, Fredie Tan Dua Kali Mangkir Sidang

355
0
Sidang kasus pemalsuan Fredy Tan

SIAGAINDONESIA.COM – Perseteruan PT. MEIS dengan PT. WAIP terkait kasus Ancol Beach City memasuki babak baru. Setelah digugat oleh Fredie Tan (WAIP) dengan tuduhan pasal wan prestasi , MEIS akhirnya memutuskan menggugat balik WAIP melalui PN Jakarta Utara.  Gugat menggugat pun tak terelakan.

Melalui kuasa hukumnya Boyamin Saiman, SH, MEIS telah melayangkan gugatan resmi tanggal 13 November 2018 dengan dugaan pemalsuan dan kesaksian palsu akta autentik. Akibat perbuatan melawan hukum tergugat tersebut MEIS merasa dirugikan. Tidak tanggung tanggung  MEIS ajukan gugatan ganti kerugian material dan imaterial kepada Fredie Tan Rp. 2,7 Triliun.

Genderang perseteruan pun semakin memanas dan menjadi perang terbuka.  Namun, sidang perdana yang digelar oleh PN Jakarta Utara pada Rabu, 2/1/2019 dan sidang kedua Rabu, 9/1/2019  digelar tanpa kehadiran tergugat. Tanpa pemberitahuan jelas pada pihak panitera, tergugat Fredie Tan maupun wakil kuasa hukumnya tidak nampak hadir. Begitupun dengan turut tergugat PT. PJA juga tidak terlihat batang hidungnya.

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Ketua Taufan Madala, SH itupun ditutup dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 23 Januari 2019. Panitera dan majelis hakim berjanji akan menghadirkan para pihak. “Baik, sidang kita akhiri dan kita putuskan akan digelar lagi minggu kedepan, dengan menghadirkan Para Pihak. Cukup,’’ terang Ketua Majelis Hakim, menutup sidang.

Menurut kuasa hukum MEIS, Boyamin Saiman, gugatan MEIS diajukan menyusul adanya novum atau temuan baru atas dugaan tidak pidana penipuan dan pemalsuan akta autentik yang sengaja dilakukan pihak tergugat (Fredie Tan).

“Jadi kami memiliki bukti-bukti kuat bila tergugat dengan sengaja melakukan perbuatan melanggar hukum, pasal 266 untuk keuntungan pribadi yang merugikan klien kami,’’ jelas Boyamin, usai sidang, Rabu, 2/1/2019, lalu.

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan Fredie Tan yang bertolak belakang dengan akta otentik, diantaranya mengakui Gedung ABC Ancol sebagai miliknya. Padahal pemilik sebenarnya adalah PT. PJA dan FT hanya pengelola. Dengan mengaku sebagai pemilik kontrak perjanjian selama 25 tahun antara WAIP dengan MEIS kurang Pihak. Sehingga kontrak tersebut seharusnya turut mendapat persetujuan PT. PJA, malah tidak dilibatkan.

Kejahatan lainya, FT dengan sengaja memalsukan akta perjanjian PJA dengan WAIP yang ditunjukkan kepada MEIS bukan sebagai perjanjian yang sebenarnya. Pada sisi lain, Boyamin juga mengendus adanya potensi koruptif senilai puluhan miliar rupiah yang  melibatkan oknum PJA.

“Dengan tanpa melibatkan PJA, WAIP tentunya tidak harus setor kewajiban kepada PJA,’’ jelas Boyamin.

Terkait ketidakhadiran para tergugat, menurut Boyamin, tidak akan menghentikan proses sidang dan sidang tetap dilanjutkan dengan verstek meskipun pihak tergugat maupun wakilnya tidak hadir.

“Saya tetap yakin mereka pasti hadir. Karena mereka akan rugi sendiri jika sidang memasuki persidangan pembuktian kalau tidak hadir,’’ tukas Boyamin.Esa/Tji