Beranda HIGHLIGHT Dari Pemecatan Christea Hingga Pemalsuan Surat, Kesaksian Soedjai Dinilai Janggal

Dari Pemecatan Christea Hingga Pemalsuan Surat, Kesaksian Soedjai Dinilai Janggal

190
0
Soedjai (kursi roda) saat menjadi saksi di persidangan kasus dugaan pemalsuan dokumen terdakwa Christea Frisdiantara di PN Sidoarjo, Selasa (15/1/2019).

SIAGAINDONESIA.COM Sidang terdakwa kasus dugaan pemalsuan dokumen, Christea Frisdiantara yang juga ketua Pembinaan Lembaga Pendidikan-Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP-PTPGRI) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), kembali digelar di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Selasa (15/1/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo menghadirkan dua saksi yaitu Soedjai yang mengklaim sebagai Ketua PPLP-PT PGRI Unikama yang sah, dan Titik Lutfi Nuraini pegawai bank.

Dalam persidangan, keterangan saksi Soedjai dianggap janggal dan aneh. Seperti dalam kesaksiannya, Soedjai mengaku dihubungi pihak bank BNI cabang Malang bahwa ada permohonan pembukaan rekening bank yang diminta oleh terdakwa Christea. Permohonan itu berdasarkan penetapan perubahan spesimen tanda tangan dari Pengadilan Negeri Sidoarjo.

“Pihak pegawai bank datang ke saya membawa penetapan dari PN Sidoarjo dan surat keterangan domisili yang diduga palsu itu,” kata Soedjai memulai kesaksiannya.

Soedjai lantas membawa surat domisili itu ke Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo.

“Saya ke sana sama Pak Abdul Bakar (Bendahara) untuk kroscek surat domisili. Setelah sampai sana, hanya saya saja yang masuk menemui Lurah Magersari (Moch Arifin) menanyakan itu. Jawabnya surat itu bukan dibuat oleh Kelurahan Magersari. Saya datang tidak mengenalkan sebagai Soedjai,” jelasnya.

Sepulang dari Kelurahan Magersari, Soedjai baru tahu kalau Lurah Magersari Moch Arifin melaporkan surat domisili tersebut ke Polresta Sidoarjo.

Sementara itu Penasehat Hukum (PH) terdakwa menyebut keterangan Soedjai di persidangan tidak sesuai dengan keterangan di BAP penyidik.

“Ini banyak yang berubah-ubah,” kata Sunu, PH terdakwa.

Dalam keterangan saksi, pada saat itu Soedjai mengetahui surat keterangan domisili itu dari aparat penegak hukum yang mendatanginya. Namun keterangan saksi bahwa awal dia mengetahui surat domisili itu dari pegawai bank.

“Ini keterangan saksi yang benar saat di penyidik, apa keterangan di sini,” tanya Sunu.

Dengan tegas saksi menjawab keterangan yang benar saat diperiksa oleh hakim yang saat ini di ketuai oleh Djoni Iswantoro, mengantikan Eko Supriyono karena pindah tugas.

Bila disinkronkan dengan keterangan Lurah Magersari Moch Arifin saat menjadi saksi pada Rabu (26/12) lalu, juga tidak sesuai dengan yang tercantum dalam BAP, dimana pada bulan Juni lalu ada seseorang dari Malang yang menelpon saksi untuk diajak bertemu di Polsekta Sidoarjo. Di BAP disebutkan tanggal 3 Juni jam 6 sore, bertemu dengan seseorang dari Malang di Polsek.

“Di sini keterangannya (Lurah Magersari) juga berbeda dengan BAP. Antara keterangan Soedjai dan Moch Arifin tidak sinkron,” ungkapnya.

Sunu menambahkan, kasus Christea ini sebenarnya merupakan rentatan dari kisruh perebutan PPLP-PTPGRI Unikama antara Soedjai sebagai ketua yayasan dan Christea juga selaku ketua yayasan.

Bedanya, jabatan ketua PPLP-PTPGRI Unikama Christea Frisdiantara dikuatkan oleh keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) No. AHU-0000001.AH.01.08.TAHUN 2018 pada 5 Januari 2018 lalu. Kemenkumham menguatkan keputusan Rapat Umum Anggota (RUA) PPLP-PTPGRI yang dihadiri oleh 4 (empat) anggota pengurus, memutuskan Christea Frisdiantara jadi Ketua.

Sementara keputusan Soedjai berdasarkan Kemenkumham No. AHU-0000965.AH.01.08.TAHUN 2018 pada 18 Desember 2018.

Soal polemik kepengurusan PPLP-PTPGRI Unikama sempat disinggung di persidangan. Saat Soedjai ditanya susunan pengurus, dia menyebutkan nama-nama pengurus. Mulai dari dirinya (Soedjai), Christea, Agus Priyono, Abu Bakar, Soenarto, Adriani, Darmanto, dan Fifa.

Namun saat ditanya apakah terdakwa Christea masih menjadi pengurus PPLP-PTPGRI Unikama, Soedjai menjawab bahwa terdakwa tidak lagi menjadi pengurus dan sudah dipecat.

Majelis hakim pun menanyakan bagaimana terdakwa Christea dipecat dari keanggotaan, kekuasaan tertinggi ada di mana rapat umum anggota jika Christea telah dikeluarkan atau dipecat.