Beranda News 3 Wanita Kurir Sabu Seberat 13,5 Kilogram Jalani Sidang Perdana

3 Wanita Kurir Sabu Seberat 13,5 Kilogram Jalani Sidang Perdana

47
0
Para Terdakwa Jalani Sidang Perdana, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Tiga wanita cantik ini harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, lantaran terjerat dalam kasus narkotika jenis sabu. Ketiganya didakwa sebagai kurir sabu-sabu seberat 13,5 kilogram.

Mereka adalah Aliefianti Amalia (39) Warga Kupang Krajan Surabaya, Nina Arismawati (35) dan Amalia Munidawati Nura (35) diketahui keduanya warga asal Malang.

Sidang perdana digelar di ruang Sari PN Surabaya, Selasa (15/1/2019) dipimpin oleh Rochmad, SH., dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara ini adalah Nur Rochman dari Kejati Jatim. Para terdakwa terbukti mengedarkan sabu-sabu lintas Provinsi atas perintah Topan yang masih buron (DPO).

“Para terdakwa disuruh untuk mengambil sabu-sabu di Pontianak, Kalimantan Barat. Setelah diiming-imingi imbalan berupa uang sebesar Rp 20 juta, ketiganya lalu berangkat ke Pontianak untuk mengantar narkoba ke penerimanya,” jelasnya saat membacakan surat dakwaan.

Sementara jalur yang mereka gunakan untuk mengantarkan sabu itu, ketiganya berangkat melalui jalur laut dari Pelabuhan Pontianak menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk mengantar paket sabu itu pada Agustus lalu. Mereka ditangkap Polda Jatim di pelabuhan yang sudah membututi dari Bandara Juanda.

Dari hasil penggeledahan barang bawaan para terdakwa, Polisi menemukam dua bungkus besar berisi sabu-sabu di dalam tas kain putih kombinasi merah yang dibawa Aliefianti. Sabu tersebut dibungkus kardus menjadi 10 bungkusan besar. Total sabu yang ditemukan seberat 13,5 kilogram.

Namun, dari keterangan yang diberikan Aliefianti, sabu-sabu itu tidak diserahkan kepada penerima di Semarang. Tetapi masih akan dikirim ke Mojokerto melalui jalur darat. Di Mojokerto mereka bertemu kedua penerima yakni, Budi Santoso dan Etnis Setiawati merupakan pasangan suami istri (berkas terpisah, red) di Hotel. Pasutri itu juga menjadi terdakwa dalam berkas terpisah.

Keterangan ketiga wanita yang dibacakan JPU ditepis oleh Pasutri saat ditanya Majelis Hakim terkait penerimaam sabu tersebut. “Saya belum menerima pak Hakim, saya baru nanya mana barangnya dan terdakwa hanya menunjukkan jika barang tersebut ada di dalam kardus,” akui pasutri itu menirukan ucapan terdakwa.

Usai JPU membacakan dakwaan, Hakim Rochmad mempersilahkan pada penasehat hukum para terdakwa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taruna Surabaya untuk mengajukan nota keberatan (Eksepsi) atas dakwaan JPU. Namun kuasa hukum menyatakan tidak mengajukan.

Atas perbuatannya tersebut, ketiga terdakwa didakwa dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ady