Beranda Headline Ini Kata Rizal Ramli Soal Jokowi dan Prabowo

Ini Kata Rizal Ramli Soal Jokowi dan Prabowo

79
0
Ekonom senior Rizal Ramli

SIAGAINDONESIA.COM – Ekonom senior DR Rizal Ramli menyebut visi misi Joko Widodo yang diucapkan saat kampanye di Pilpres 2014 sangat bagus. Namun, mantan aktivis yang di tahun 1977 bersama rekan-rekannya sesama aktivis di Dewan Mahasiswa se-Indonesia pernah membuat Gerakan Anti Kebodohan itu, menyebut visi misi Jokowi ternyata tidak sesuai dengan yang dijalankan, sampai saat ini.

“Kita bisa lihat, semua itu tidak sesuai dengan prakteknya. Dulu visi dan misi yang diucapkan Jokowi untuk pemerintahannya bagus. Tapi tidak nyambung dengan strategi yang dijalankan. Banyak kebijakan yang offside itu karena dia (Jokowi) salah memilih menteri,” kata Rizal Ramli yang akrab dengan sapaan RR, usai menjadi pembicara di Halaqah Ekonomi dengan tema “Membedah Konsep Ekonomi Gus Dur” di Surabaya, Rabu (16/1/2019).

RR kemudian membeber sejumlah hal, termasuk dirinya yang pernah mengajukan pertanyaan kepada dua kandidat capres, Prabowo dan Jokowi.

“Saya pernah tanya, Pak Prabowo jika Anda jadi presiden pada April mendatang, pasti banyak kartel kartel yang datang membawa uang triliunan. Apa yang akan Anda lakukan? Pak Prabowo menjawab ‘Jika saya terima, itu sama saja saya menembak kaki sendiri’. Kepada saya, Pak Prabowo bilang dirinya adalah tentara dan ketua HKTI, yang dia inginkan adalah hal sederhana yaitu kedaulatan pangan, itu jawaban Pak Prabowo,” terang Rizal.

Selanjutnya, Rizal juga menanyakan hal serupa kepada Jokowi. Namun hingga detik ini belum ada jawaban yang diberikan oleh Jokowi.

“Saya tanya ke Pak Jokowi, jika Anda jadi presiden lagi, apa berani menghapus sistem kuota. Ternyata, sampai sekarang saya belum mendapat jawaban. Kayaknya Pak Jokowi lebih takut sama ‘brewok’,” sindirnya.

Rizal mengatakan, dirinya tidak butuh jawaban dari Jokowi. Jika menjadi presiden lagi, semua sistem kuota harus diganti dengan sistem tarif.

Rizal menegaskan, dirinya tidak butuh jawaban dari Jokowi, cukup jawaban simbolik saja, yakni berani atau tidak Jokowi memecat Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. Itu penting, untuk mengembalikan kestabilan harga kebutuhan bahan pangan di negeri ini.

“Jika itu tidak dilakukan, saya akan terus kampanye jangan memilih Jokowi. Sebaliknya jika Prabowo nantinya menang, itu adalah kemenangan rakyat karena rakyat sudah lama menantikan perubahan, rakyat sudah muak dengan kondisi seperti sekarang ini,” tegasnya.Tji