Beranda budaya Cerita Pulung Gantung Gunung Kidul yang Mengerikan

Cerita Pulung Gantung Gunung Kidul yang Mengerikan

197

Hingga sekarang pulung gantung masih menjadi momok mengerikan bagi penduduk Gunung Kidul. Mereka bahkan tak berani untuk bercerita sebab itu bisa membahayakan jiwa mereka. Penduduk Tepus juga berharap agar jangan sekali kali mereka melihat Pulung Gantung saat terbang melayang di angkasa.

Sabda penguasa Gunung Kidul

Peristiwa bunuh diri di Gunung Kidul tidak sepenuhnya terjadi karena faktor manusia. Setidaknya demikian yang dikatakan Supadi (63) praktisi supranatural yang memiliki kelebihan memasuki alam gaib.

Supadi menceritakan, dalam pandangan mata batinnya apa yang terjadi dengan Pulung Gantung dikarenakan sabda leluhur nenek moyang Gunung Kidul. Dalam tradisi jawa dikenal pepatah “ojo sok gampang gawe sumpah” (jangan gampang membuat sumpah).

Hal ini tentu terkait dengan beberapa masyarakat Gunung Kidul yang seringkali menyumpahi dirinya saat menderita sakit yang tak kunjung sembuh, seperti “Ketimbang lorone koyo ngene, mending mati wae” (Daripada sakit seperti ini lebih baik mati saja).

Sumpah kepada dirinya sendiri merupakan pantangan bagi warga Gunung Kidul. Nah, disadari atau tidak, ternyata sumpah tersebut membawa kekuatan mistik dari laut Selatan. Kekuatan itulah yang kemudian mempengaruhi alam dan penduduk setempat. Mereka yang memiliki iman lemah tentu akan mudah menjadi pengikut lelembut laut Selatan.

Dalam ilmu spiritual kejawen Supadi menerangkan, “Mereka yang mati dengan cara bunuh diri hidupnya akan menyatu dengan setan dan siluman. Di alam mereka, manusia yang mati bunuh diri akan mendiami batu dan pohon pohon, bahkan manusia akan menjadi pesuruh bagi setan dan siluman hitam karena saat hidupnya manusia mengikuti kemauan setan yang menyesatkan yaitu bunuh diri,” terangnya.

Supadi sendiri menceritakan betapa ngerinya kehidupan bercampur dengan siluman di alam lelembut kepada salah seorang yang hendak bunuh diri. Dari ujung kaki sampai ujung rambut orang yang mati dengan cara bunuh diri akan dilaknat oleh Tuhan. Selain itu mereka tak menjadi satu dengan orang yang mati karena kodrat Tuhan.

“Jadi tidak baik putus asa. Dan jangan pernah mencoba bunuh diri. Kehidupan di alam sana sangat mengerikan sekali bagi orang yang mati bunuh diri,” saran Supadi saat itu.

Menurut Supadi, orang yang bunuh diri biasanya mempunyai tekad yang kuat. Supadi mengaku pernah masuk ke alam lain. Di sana dia bertemu dengan seseorang yang melakukan gantung diri di sebuah pemakaman umum di kota Sragen. Arwah orang itu kini menjadi budak setan. Dari ujung rambut sampai ujung kaki disiksa.

Hal senada juga diungkapkan Parno (45), warga Mangkuyudan Solo. Dia pernah mencoba melakukan bunuh diri tapi gagal. Parno menceritakan, saat itu dalam hatinya tidak ada niatan untuk bunuh diri, namun sumpah yang diucapkannya dari hati ternyata membuat ancaman bunuh dirinya menjadi semakin nyata. Tanpa sadar Parno lantas membuka lemari dan mengambil selendang milik anaknya yang digunakan untuk menari lalu melingkarkan selendang di atas sebuah kayu tiang rumah.

Beruntung saat itu Parno berhasil diselamatkan oleh warga sehingga dia tidak jadi mati. Parno pun lantas bercerita, jika saat melakukan gantung diri, dia tidak sadar sepenuhnya.

“Seolah ada kekuatan gaib yang menutupi mata saya. Saya tidak ingat saat melakukan gantung diri. Tahu-tahu saya sudah diselamatkan oleh orang,” cerita Parno.

Kejadian ini, kata Supadi, biasanya terjadi pada orang yang benar-benar telah menyumpah dirinya. Mereka menganggap sebuah kematian adalah jalan keluar dari permasalahan. Padahal itu tidak selamanya benar.