Beranda Headline Prabowo dan JK Sepaham Soal Proyek LRT

Prabowo dan JK Sepaham Soal Proyek LRT

131
0
Deklarasi Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Gedung Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2019). Foto: ist

SIAGAINDONESIA.COM Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut kritiknya soal pembangunan infrastruktur light rail transit (LRT) yang tidak efisien dan mahal dibenarkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Saat saya ungkapkan LRT di Palembang yang tak ada gunanya saya dihujat, diserang. Dua bulan kemudian Wapres sendiri Pak Jusuf Kalla, dia membenarkan apa yang saya sampaikan,” ujar Prabowo saat dalam deklarasi dukungan Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) di TMII, Jakarta, Sabtu (26/1/2019).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pemerintah yang tidak efisien dibenarkan pula dari laporan Bank Dunia.

“Bahwa banyak infrastruktur kita ini dibangun dengan tidak efisien, tidak ekonomis. Dan terakhir ada laporan Bank Dunia yang mengatakan pembangunan infrastruktur ini ibarat kacau. Kalau kata-kata bangsa Inggrisnya itu chaotic,” jelas calon presiden nomor urut 02.

Sebelumnya JK menyebut LRT Palembang tidak efisien. Belum lagi biaya yang disebut Wapres sangat mahal, sampai Rp500 juta perkikometer.

“Kalau turis lokal datang, coba satu kali, sudah selesai,” ujar JK saat memberikan sambutan dalam acara ‘Indonesia Development & Business Summit’ di Jakarta, Selasa (22/1/2019). Begitu juga LRT Jabodetabek dengan jalur layang (elevated). Buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol? Biasanya LRT itu dibangun terpisah dan tidak bersebelahan dengan jalan tol,” kata JK.

Padahal kedua proyek ini sangat dibanggakan oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi mengklaim pemerintah berhasil melakukan berbagai pembangunan dalam sektor transportasi.

Proyek infrastruktur transportasi massal seperti LRT dan Mass Rapid Transit (MRT) dianggap menciptakan sebuah peradaban baru dalam transportasi.  Kebanggaan ini, tak tanggung-tanggung, diucapkan Presiden dalam Pidato Kenegaraan di DPR, 16 Agustus 2018 silam.nya