Beranda News Hakim PN Surabaya Kabulkan Penangguhan Status Ahmad Hilmi

Hakim PN Surabaya Kabulkan Penangguhan Status Ahmad Hilmi

206
0
Hakim Maxi Sigarlaki Pimping Sidang Kasus Lakalantas, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Frans Hehakaya dari Forkadin, selaku kuasa hukum Ahmad Hilmi Hamdani menyatakan kegembiraan sebab pada sidang kali dia berhasil meyakinkan majelis untuk mengeluarkan penetapan penahanan bagi terdakwa dari berstatus tahanan di rutan Medaeng, menjadi tahanan kota.

“Sejak hari ini terdakwa sudah tahanan kota dengan jaminan dari istri terdakwa, keluarga dan rekan-rekan terdakwa sesama driver ojek online,” ucap Frans.

Dikatakan Frans, sebanarnya kasus ini sangatlah gampang, hanya untuk mencari titik point penyebab korban Umi meninggalnya karena apa,? Karena lakalantas atau ada penyebab lain.

“Tadi dalam persidangan terungkap bahwa korban meninggal karena sesak napas dan bukan akibat lakalantas, dan itu terjadi 3 bulan kemudian, tepatnya tanggal 25 Juni 2018, tapi yang jadi pertanyaan kenapa ada visum tanggal 13 Juli 2018,? bagaimana mungkin orang meninggal dulu, kemudian ada visum, ini kan terbalik,” kata Frans.

Frans menjelaskan, dari point itu, akhirnya ia berani menyimpulkan kalau Pasal 310 ayat 4 Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang didakwakan JPU dapat terbantahkan, karena matinya korban bukan akibat dari kecelakaan,

“Matinya alami ditempat tidur akibat penyakit. Matinya korban juga setelah 3 bulan dari kecelakaan tersebut,” pungkas Frans.

Frans juga memastikan akan membongkar penerbitan visum bertanggal 13 Juli 2018 yang dijadikan dasar bagi penyidik untuk menetapkan kliennya menjadi tersangka dalam kasus ini.

“Makanya minggu depan kita minta supaya penyidiknya dihadirkan sebagai saksi dalam kasus ini,” tutup Frans.

Diketahui, Hilmi adalah driver Gojek itu terlibat dalam kecelakaan motor dengan motor di Jalan Mastrip Karangpilang pada 17 April 2018 lalu. Saat itu, Hilmi ditabrak seorang oknum TNI AL yang mengendarai motor gede (Moge).

Waktu kejadian, Hilmi sedang membawa penumpang yang bernama Umi Insiyah dalam kecelakaan itu. Meski ditabrak, namun Hilmi dipolisikan karena penumpangnya meninggal.

Hilmi didakwa melanggar pasal 310 ayat 4 Undang-Undang RI nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, karena dinilai lalai dalam berkendara, hingga mengakibatkan penumpangnya, meninggal dunia.Ady