Beranda HIGHLIGHT Saksi Polresta Sidoarjo Tidak Hadir Dalam Sidang Christea, Peran Yulianto Diungkap

Saksi Polresta Sidoarjo Tidak Hadir Dalam Sidang Christea, Peran Yulianto Diungkap

136
0
Sidang Christea Frisdiantara di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Kamis (31/1/2019).

SIAGAINDONESIA.COM Sidang dugaan pemalsuan surat domisili dengan terdakwa Christea Frisdiantara, Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi PGRI (PPLP PT PGRI) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kembali digelar di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Kamis (31/1/2019).

Sidang mengagendakan keterangan saksi yaitu Slamet Riyadi, Wakil Bidang Aset Yayasan PPLP PT PGRI Unikama kubu Christea.

Dalam kesaksiannya, Slamet menceritakan mengetahui persoalan pemalsuan surat domisili ketika dipanggil oleh penyidik Polresta Sidoarjo bersama wakil ketua, bendahara dan sekretaris pada bulan Oktober 2018 terkait surat domisili palsu.

“Waktu itu saya diperiksa Pak Fery dan ditunjukkan soal surat palsu. Lalu saya jawab, gak mungkin itu surat palsu apa sudah di Labfor kan,” ucap dia ketika memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim yang diketuai Djoni Iswantoro.

Saksi mengatakan bahwa sebelum persoalan terbitnya surat domisili yang diduga palsu itu, kubunya melakukan rapat untuk pembukaan spesimen tanda tangan milik PPLP PT PGRI Unikama di sejumlah bank.

Ketika sedang rapat, salah satu pengurus bernama Kunta menawarkan saudaranya bernama Yulianto yang bisa membuka blokir itu dengan syarat mengajukan penetapan perubahan spesimen tanda tangan.

Menurut dia, Yulianto dihadirkan dan mengaku sanggup menguruskan itu dengan syarat membeli rumah di Sidoarjo.

“Kami sempat bertanya, apa bisa kantor kita di Malang tapi dipindahkan ke Sidoarjo. Lalu dijawab katanya bisa dan meminta uang senilai Rp 250 juta,” ungkap dia.

Setelah itu, lanjut Slamet, pihak pengurus akhirnya menuruti permintaan Yulianto, karena dinilai kurang mengetahui persoalan hukum.

“Uang itu lalu disiapkan dan diberikan kepada Pak Kunta. Katanya, uang itu lalu diberikan kepada Yulianto,” imbuhnya.

Selanjutnya, Slamet tidak mengetahui proses lebih lanjut. Hanya saja, dirinya mendapat cerita bahwa uang itu tidak pernah dikembalikan oleh Yulianto. Padahal uang tersebut diminta untuk membeli rumah milik Puguh dan untuk penetapan spesimen di PN Sidoarjo.

“Tahu-tahunya ya ada masalah Pak Cristhea ini,” bebernya.

Meski begitu, ia mengaku menyampaikan persoalan itu kepada penyidik dan tanda tangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Namun faktanya, ucap Slamet, dirinya baru mengetahui bila BAP itu dilampirkan dalam berkas penuntut umum.

“Tidak ada yang mulai,” ucap JPU Kejari Sidoarjo usai diperintah hakim untuk menunjukkan BAP saksi itu.

Sementara usai sidang, membuat kecewa Kuasa hukum Christea Frisdiantara, Bonaventura Sunu Setyonugroho mengaku kecewa. Pasalnya saksi verbalisan dari Polresta Sidoarjo, Bripda Della, tidak hadir dalam sidang yang menjerat kliennya.

“Kami menduga sejak sidang pekan lalu kami meminta melalui kewenangan hakim agar saksi verbalisan untuk dihadirkan, namun dalam sidang kali ini tidak akan hadir. Kami menduga ada ketakutan,” ucap Sunu.

Sunu menilai, kehadiran Bripda Della dirasa sangat penting karena yang menerima hasil laboratorium forensik (Labfor) yang dikeluarkan oleh Puslabfor Cabang Surabaya terkait surat domisili yang ditandatangani Lurah Magersari Mochammad Arifien adalah saudara Della.

“Jadi hasil labfor itu sudah dikirim dan yang menerima pada tanggal 7 September 2018 lalu adalah Briptu Della. Makanya kami meminta untuk dihadirkan sebagai saksi karena hasil Labfor itu tidak dicantumkan dalam berkas penuntut umum. Ini penting bagi kami untuk mengetahui surat itu palsu atau tidak,” ungkap dia.

Meski begitu, pihaknya berharap agar pada sidang pekan depan saksi verbalisan itu bisa hadir dalam sidang. “Ya, kami berharap agar sidang pekan depan hadir,” harapnya.

Meski begitu, ketidakhadiran saksi verbalisan Bripda Della dalam sidang sudah disampaikan oleh Guruh Wicahyo, JPU Kejari Sidoarjo kepada Ketua Majelis Hakim Djoni Iswantoro.