Aksi KPRK di Perempatan Lovi Kota Blitar

SIAGA INDONESIA.COM Komite Rakyat Pemberantasan Korupsi (KRPK) menggelar aksi damai di Perempatan Lovi, Jalan Merdeka Kota Blitar, Selasa (12/02). Dengan membawa poster puluhan warga yang tergabung dalam aksi menyampaikan suaranya.

Pada tahun politik kali ini, KRPK menolak Black Campaign (kampanye hitam), politik uang, fitnah, dan sara. Apalagi mereka baru-baru ini menjadi korban fitnah, saat menggelar aksi di depan DPRD Kabupaten Malang beberapa waktu yang lalu.

Mereka menggelar aksi pada 10 Oktober 2018 di DPRD Kabupaten Malang bersama ribuan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Petani Anti Korupsi Jatim. Setelah aksi selesai ada yang mengubah video aksi mereka yang semula bertujuan untuk menekan Perum Perhutani Malang untuk menanda tangani Pakta Integritas terkait Program Perhutanan Sosial yang harus dilaksanakan bersama tanpa dikotori oleh Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) berubah menjadi aksi aksi ganti presiden. Video ganti presiden ini juga beredar luas di masyarakat.

“Ini merupakan black campaign yang dilakukan oleh oknum untuk meraih simpati dengan menunggangi aksi kami. Video aksi organisasi kami diedit diubah menjadi ganti presiden, padahal kami tidak condong atau mendukung salah satu presiden dalam Pilpres tahun ini” tegas Korlap Aksi, Rudi Handoko, usia menggelar aksi, Selasa (12/02).

Adanya video aksi mereka yang beredar melalui pesan WhatsApp ini, mereka melaporkan ke Bawaslu Kabupaten Blitar. Pihaknya juga akan melaporkan ke pihak kepolisian. Saat ini mereka tengah mengumpulkan bukti-bukti. KRPK mengaku sudah memiliki video aksi mereka yang berubah menjadi aksi ganti presiden baik melalui pesan WhatsApp maupun yang sudah diunggah di YouTube.

Setelah mengumpulkan bukti-bukti, pihaknya juga akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Ia menilai merubah aksi demo agar tidak ada KKN di Perhutanan di Malang, diganti presiden dinilai ada unsur kriminalitas.

Dalam aksi ini, mereka juga membawa bukti foto video aksi mereka yang dirubah menjadi aksi ganti presiden. “Ini salah satu buktinya, kami juga memiliki bukti-bukti video yang sudah tersebar luas,” tegas Rudi.

Rudi menegakan, bahwa jejak digital tidak dapat ditinggalkan, sehingga sewaktu-waktu KRPK akan melaporkan oknum yang sudah merubah video ini ke pihak kepolisian.rob