Beranda HIGHLIGHT Pembebasan Christea Diwarnai Perdebatan, Jaksa Tak Punya Alasan Menahan Terdakwa

Pembebasan Christea Diwarnai Perdebatan, Jaksa Tak Punya Alasan Menahan Terdakwa

215
0
Christea Frisdiantara saat dibebaskan dari Lapas kelas II 2A, Sidoarjo, pukul 19.00, Rabu (27/2/2019).

SIAGAINDONESIA.COM Pembebasan terdakwa dugaan pemalsuan surat domisili Christea Frisdiantara nyaris terganjal oleh pihak Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Awalnya, pihak kejaksaan menolak membebaskan Christea dengan alasan masih menyatakan banding.

Namun setelah terjadi perdebatan antara tim kuasa hukum terdakwa, akhirnya Kejari Sidoarjo membebaskan Christea dari Lapas kelas II 2A.

Hal ini disampaikan Kuasa hukum Christea Frisdiantara, Bonaventura Sunu Setyonugroho, awalnya jaksa menolak untuk membebaskan kliennya dengan alasan banding.

“Dari jam 10 pagi sampai jam 2 siang kami berdebat dengan jaksa. Intinya mereka tidak mau mengeluarkan terdakwa. Sebab jaksa sudah menyatakan banding,” terang Sunu saat dikonfirmasi, Rabu (27/2/2019).

Sebelumnya putusan Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 6 bulan dan memerintahkan terdakwa dibebaskan segera setelah putusan ini dibacakan.

Menurut Sunu, putusan ini tidak langsung disegerakan oleh pihak kejaksaan. Proses pembebasan Christea terkesan dipersulit, bahkan pembebasan Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi PGRI (PPLP PT PGRI) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) tersebut, nyaris ditolak.

“Karena jaksa nggak bisa menunjukkan alasan hukum untuk tetap menahan, akhirnya (dibuat) surat pelepasan keluar,” tandas Sunu.

Pihak keluarga mengaku senang dengan bebasnya Christea meski proses pembebasannya diakui terkesan agak lama.

“Saya tadi (siang) sempat bingung. Tapi alhamdulillah, bapak (Christea) bebas. Tadi keluar (Lapas) jam 7 malam,” kata Mike, istri Christea saat dihubungi.

Terpisah, Ketua Umum Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT), Agustinus Tedja Bawana mengatakan, pihaknya masih memikirkan langkah apa yang akan diambil pasca putusan PN Sidoarjo tersebut.

Yang sudah pasti, kata Tedja, bebasnya Christea Frisdiantara diduga dan dikhawatirkan akan membuat pihak lain untuk melakukan upaya lain lagi sebagai respon putusan tersebut.

“Kami akan berhati-hati dan sangat mencermati, tindakan apa yang akan dilakukan oleh pihak Soedjai setelah putusan hakim ini. Jaksa ada kemungkinan akan melakukan upaya lain jika tidak puas dengan keputusan hakim PN Sidoarjo. Soedjai sendiri sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri di Jakarta pada Januari lalu dan kami memantau juga tindak lanjut  dari laporan tersebut.,” ujar Ketua Umum JKJT tersebut.

Hingga kini, Tedja tetap bersikukuh atas pendapat Divisi Propam Polri yang memastikan bahwa Christea Frisdiantara adalah korban kriminalisasi. Dan, seharusnya hakim sebelum memutuskan dan terutama jaksa sebelum melimpahkan kasus tersebut melihat perkembangan yang ada di Malang dan Sidoarjo terkait dengan kasus kriminalisasi ini.

“Kita sama-sama tahulah apa yang terjadi dengan kasus kriminalisasi ini. Jika hati nurani saja tidak ada di antara kita semua, lalu apa yang akan ditawarkan kepada rakyat atau masyarakat terkait dengan keadilan,” tutupnya.nya