Beranda Headline Pameran ‘Freedom and Love’, Ajang Kiprah Pelukis dari Sebelas Negara

Pameran ‘Freedom and Love’, Ajang Kiprah Pelukis dari Sebelas Negara

393
0

SIAGAINDONESIA.COM – Rasa cinta kasih di Indonesia kini terasa semakin memudar dan menjadi mahal, khususnya yang terkait dengan masa menjelang pemilihan presiden dan pemilihan legislatif. Hal inilah yang menginspirasi para seniman pelukis dalam menggelar pameran seni rupa bertemakan ‘kebebasan’ (freedom) dan ‘cinta’ (love). Pameran Seni Rupa Internasional bertajuk ‘Freedom and Love’ digelar di Padepokan ‘Apel Watoe’ Jl. Badrawati No. 19, desa Tuksongo, Borobudur, Magelang, dari tanggal 9 Maret sampai dengan 9 April 2019. Pameran ini dibuka, dr. Oei Hong Djien, kolektor dan kurator seni rupa dari Magelang. Penggagas, koordinator dan penyelenggara pameran ini adalah Deddy PAW pemilik Padepokan ‘Apel Watoe’ Borobudur dan Abu Jalal Sarimon pemilik ‘[email protected]’ dari Singapura.
“Dalam pameran ini para pelukis mengekspresikan rasa cinta kasih dengan karya-karya,” jelas Deddy PAW. Freedom di sini berarti para pelukis bebas bicara apa saja, bebas teknis atau cara melukisnya dan bebas menuangkan kreasinya di media apa saja. Dia menambahkan, para pelukis peserta pameran memilih daerah Borobudur sebagai tempat pameran, karena di Candi Borobudur banyak yang dapat dipelajari, baik secara fisik bangunan candinya mau pun apa yang ada dibalik kemegahan candi tersebut.
Abu Jalal Sarimon menjelaskan, penyelenggaraan pameran internasional ini sebagai upaya untuk memunculkan pelukis-pelukis dari Asia dan juga Eropa. Karena setiap seniman pelukis harus mampu mempromosikan dirinya sendiri. Disamping itu, pameran ini juga menjadi ajang silaturahmi para pelukis dari beberapa negara, yang masing-masing telah melahirkan karya seni sesuai dengan tema pameran. Pada kesempatan pameran ini juga mengundang para kolektor seni dari negara tetangga, Filipina.
Menurut dr. Oei Hong Djien, cinta adalah elemen kehidupan umat manusia, karena setiap orang membicarakan dan merasakannya. Keberlangsungan kehidupan manusia tidak bisa lepas dari rasa cinta. Dalam pameran ini para pelukis telah mampu mengekspresikan rasa cinta itu lewat karya-karyanya yang dapat dinikmati keindahannya.
Ada 24 orang pelukis dari 11 negara yang mengikuti pameran ‘Freedom and Love’. Mereka adalah Deddy PAW, Syis Paindow, Cipto Purnomo, Niluh Sudati, Nurfu Ad dan Umar Chusaeni (Indonesia), Abu Jalal Sarimon, Barry Yeow, Chia Chor Hua, Suhat Sugiyou dan Neha Jain (Singapore), Alef Ahmad, Visithra Manikam (Malaysia), Swati Palekar (India), Kexin Zhang (China), Roy Espinosa, Lloyd Lusica (Philippines), Eddie Lui, Winnie Mak (Hong Kong), Nahla Ali (Egypt), Pervaj Hasan Rigan, Nabila Nabi (Bangladesh), Farrukh Negmatzade (Tajikistan), dan D’gers Gersende Feitouchi (France).- ASk