Beranda Bisnis Harga Bawang Putih Kembali Naik, Kenapa?

Harga Bawang Putih Kembali Naik, Kenapa?

180
0
Harga bawang putih kembali naik, kenapa?

SIAGAINDONESIA.COM – Hasil pantauan di Pasar Induk Mangga Dua di Jalan Jagir Surabaya, harga komoditas bawang putih kembali naik. Hari ini, bawang putih jenis Cutting untuk harga jual mencapai Rp 40 ribu. Untuk jenis Sinco harga jual Rp 25 ribu, dan untuk bawang putih kupas dijual seharga Rp 28 ribu per kilogram.

“Untuk jenis Cutting kita kulakannya (ambil dari pengepul) seharga Rp 38 ribu, kita jualnya Rp 40 ribu, itu masih rugi. Untuk harga jual eceran Rp 42 sampai Rp 45 ribu,” kata Ismail pedagang di Pasar Mangga Dua Surabaya, Senin, (11/3/2019).

Lelaki itu menyebut kenaikan harga bawang putih yang kembali terjadi, membuat dia tidak bisa kulakan dalam jumlah besar. Masyarakat atau konsumen juga mengurangi belanjanya. Kata dia, yang biasanya membeli 5 kilogram kini menjadi rata-rata hanya dua kilogram. Konsumen lainnya memilih beli bawang putih jenis kupas, yang Rp 28 ribu. Dipastikan itu untuk menyiasati jumlah uang belanja.

“Banyak yang memilih beli eceran, jenis kupas Rp 28 ribu per kilogram,” terang pedagang yang mengaku sudah 15 tahun berdagang di pasar tersebut.

Dia juga mengaku heran, kenapa harga bawang putih terus naik. Bahkan, esok hari harga bawang yang akan masuk ke pasar dikabarkan juga dengan harga berbeda. Apakah kenaikan harga itu terjadi akibat jelang pemilihan presiden, dia mengaku tidak paham dan tidak bisa berkomentar.

Namun, meski mengaku tidak sepenuhnya memahami soal lonjakan harga khususnya untuk bawang putih, lelaki itu mengatakan sempat mendengar cerita kalau kenaikan harga bawang putih lantaran impor yang dihentikan oleh pemerintah.

“Maaf, saya tidak tahu pasti, saya dengar ini karena impor bawang putih yang dihentikan oleh pemerintah,” katanya.

Sebagai pedagang, dia berharap kondisi ini tidak berlarut-larut karena bawang putih adalah bagian kebutuhan dapur yang tidak bisa ditinggalkan. Dia mengatakan, ketersediaan pasokan barang dan kestabilan harga akan mempengaruhi kondisi pasar dan juga masyarakat.

Menurutnya, jika di dalam negeri ketersediaan barang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan, maka tidak ada salahnya langkah bijaksana harus ditempuh oleh pemerintah, yakni membuka kembali izin impor bawang putih.

“Kalau memang di dalam negeri kurang, tidak ada salahnya jika impor dilakukan. Itu untuk menjaga kestabilan harga, kasihan rakyat kecil,” tegasnya.

Harga bawang putih kembali naik

Tidak salah yang disampaikan lelaki itu, artinya salah satu pemicu kenaikan harga bawang putih di pasaran termasuk di Surabaya, lantaran kebijakan pemerintah soal Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) oleh Kementerian Pertanian, yang mandeg.

Untung Tipis, Habis untuk Transport

Lain Ismail, lain juga yang diceritakan Sulastri, ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan kebutuhan dapur di pasar Dukuh Menanggal dekat rumahnya. Ditemui usai berbelanja di Pasar Mangga Dua, Sulastri membenarkan jika harga bawang putih terus naik.

“Jenis Cutting, saya dihargai 40 ribu, Sinco harganya sudah 27 sampai 29 ribu, itu pun katanya besok (Selasa) harganya naik lagi. Karena modal saya sedikit saya tidak berani beli banyak, hanya 10 kilogram untuk dijual kembali,” kata Sulastri.

Perempuan satu anak itu pun mengaku tidak bisa mengambil keuntungan lebih, lantaran harga beli dan harga jual kembali, sangat mepet.

“Kita ndak bisa ambil keuntungan banyak, lantaran harga kulakannya sudah mahal, dan maaf keuntungan yang sedikit itu habis untuk ongkos transport atau beli bensin,” akunya.