Beranda aneka Puncak Galau, Ekowisata Yang Cocok Untuk Olahraga Pendakian Singkat

Puncak Galau, Ekowisata Yang Cocok Untuk Olahraga Pendakian Singkat

138
0
Kalimat Penyambut Pengunjung Puncak Galau Diantara Pepohonan Jati

SIAGAINDONESIA.COM Wisata pendakian kini adalah hiburan yang banyak digandrungi masyarakat, utamanya bagi mereka yang berusia muda. Dengan kondisi fisik yang masih segar dan semangat tinggi, seringkali kaum muda ingin menggunakan energinya untuk berpetualang. Namun tak dipungkiri hobi petualangan ini terkendala jarak dan waktu.

Dalam kondisi terbatas inilah Ekowisata Gunung Kapur Ciampea hadir, utamanya bagi penghobi sekitaran Ibu Kota. Dengan lokasi di Ciampea, Bogor, Jawa Barat waktu tempuh yang diperlukan tidak sampai 3 jam untuk tiba di lokasi. Tepatnya di Jalan Ciampea Raya, terus lurus sekitar 500 meter dari simpang menuju jalan masuk wisata Gunung Bunder, belok kanan pada gang.

Sayangnya, tidak ada penanda apapun pada gang masuk menuju tempat yang sering dikenal Puncak Galau ini. Spanduk dapat ditemukan setelah kita masuk lumayan jauh ke dalam gang, di tempat pendaftaran dan pendataan wisatawan. Jadi untuk yang berminat berkunjung harus aktif bertanya kepada warga sekitar agar mudah mencapai lokasi. Warga disini akan sangat ramah menjelaskan arah, selain karena karakter dasar juga ditambah bukit ini dikelola oleh warga sekitar. Setelah mengisi lembar pendataan dengan lengkap, pendakian boleh langsung dimulai. Dengan menyusuri jalan tanah, pendaki akan menemukan lapangan sepak bola kampung terlebih dahulu. Dari situ, sedikit serong ke arah kanan menuju jajaran hutan jati milik Perhutani. Setelah ini jalur akan nampak jelas karena memang sudah tertata meski masih alami. Sekitar 150 meter kemudian, akan terlihat pondok bambu kecil yang biasa digunakan warga, pengurus hutan jati, dan pengelola tempat wisata beristirahat. Pendaki juga boleh menggunakannya untuk lebih mempersiapkan perjalanannya.

Lapangan Menuju Jalur Pendakian

Biayanya terbilang murah, hanya Rp 5.000 saja untuk per orang dan Rp. 5000 bagi pengunjung yang menitipkan kendaraan di pos pendaftaran. Dengan area yang lega, pengunjung leluasa parkir kendaraan bahkan juga dapat beristirahat di sini. Barang bawaan yang dirasa tidak perlu diboyong ke puncak pun bisa dititipkan.

Nah, mulai pada titik ini pendakian seru dimulai. Tanah yang berpadu dengan bebatuan kapur tercampur daun-daun kering rontok yang mulai membusuk akan sedikit menantang langkah kaki. Terlebih jika turun hujan maka tanah sepanjang jalur akan menjadi tanah liat yang lengket dan licin.
Jangan pernah berharap ada ‘bonus’ hingga tiba di puncak. Sebab, tanjakan terjal setia menemani jejak para pencari hiburan alternatif di sini.

Jalur Basah Puncak Galau
Anak-Anak Menuju Puncak Galau

Beruntung, Volunteer Pelindung Alam Ciampea (PEACE) sebagai pengelola telah memasang tali di beberapa titik tebing yang terlalu terjal. Jadi, sedikit kemudahan akan didapatkan. Disarankan memakai alas kaki pendakian yang memadai untuk menuju puncak. Hal ini untuk menghindari langkah terpeleset. Karena akan fatal jika sampai terjatuh dan terantuk batu-batu yang tajam, di samping resiko menggelinding tentunya.

Jalur Perjuangan Akhir Menuju Puncak Galau

Cukup 30 sampai 60 menit saja untuk bisa mencapai ujung bukit. Namun perjuangan yang diperlukan memang sungguh perlu fisik dan mental. Apalagi tidak ada tempat istirahat yang nyaman di jalur yang berdinding tebing kapur. Semua itu akan terbayar dengan pemandangan yang didapat di atas bukit. Panorama Puncak Lalana, Taman Nasional Gunung Halimun Salak hingga pucuk Gunung Gede Pangrango nampak dari sini. Jadi, siapkan kamera untuk mengabadikan momen yang ada.